Uji Dosis Pupuk Organik Cair Dan Pupuk Granula Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.)

  • Ainul Rafik Mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
  • La Sarido Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
  • Marhani Marhani Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
Kacang hijau, pupuk organik cair, pupuk granula

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair dan pupuk granula serta interaksi antara kedua faktor perlakuan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 sampai April 2014, di Jalan Pendidikan, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 Faktorial sebanyak 4 perlakuan dengan 3 ulangan sehingga menghasilkan 48 petak perlakuan. Yang terdiri dari 2 faktor antara lain, faktor pertama adalah perlakuan menggunakan Pupuk Organik Cair (Nasa) yang terdiri dari 4 taraf yaitu ; N0 = tanpa pupuk organik cair (kontrol), N1 = 2 cc/liter air, N2 = 3 cc/liter air, N3 = 4 cc/liter air dan faktor kedua adalah perlakuan menggunakan pupuk granula (NPK Mutiara) yang terdiri dari 4 taraf yaitu ; G0 = tanpa pupuk granula (kontrol), G1 = 77 g/petak, G2 = 107,8 g/petak, G3 = 154 g/petak. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis sidik ragam dan bila hasil sidik ragam berbeda nyata atau sangat nyata, maka uji dosis pupuk organik cair dan pupuk granula terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) digunakan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair (Nasa) dan pupuk granula (NPK Mutiara) berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus L.), penggunaan pupuk organik cair (Nasa) dengan dosis 4 cc/liter air (N3) menunjukkan hasil terbaik terhadap rata-rata tinggi tanaman umur 45 hari setelah tanam yaitu 42,22 cm, rata-rata jumlah cabang tanaman umur 30 hari setelah tanam yaitu 6,25 cabang dan rata-rata jumlah cabang tanaman umur 45 hari setelah tanam yaitu 12,02 cabang, rata-rata umur tanaman saat panen pertama yaitu 54,56 hari dan rata-rata berat buah yaitu 27,10 gram. Penggunaan pupuk granula dengan dosis 107,8 g/petak (G2) menunjukkan hasil terbaik terhadap rata-rata tinggi tanaman umur 45 hari setelah tanam yaitu 42,23 cm, rata-rata umur tanaman saat berbunga yaitu 28,56 hari, rata-rata jumlah polong per tanaman yaitu 41,25 polong dan rata-rata berat buah kacang hijau yaitu 27,83 gram. serta interaksi antara kedua faktor perlakuan dengan kombinasi pupuk organik cair dan pupuk granula (G2N2) memperlihatkan hasil terbaik terhadap rata-rata tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam yaitu 11,22 cm, rata-rata umur tanaman saat berbunga yaitu 25,67 hari, rata-rata jumlah polong per tanaman yaitu 48,58 polong dan rata-rata berat buah yaitu 31,42 gram.

Download

Belum ada
Diterbitkan sejak
01-12-2014
Rekomendasi Sitasi
Rafik, A., Sarido, L., & Marhani, M. (2014). Uji Dosis Pupuk Organik Cair Dan Pupuk Granula Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.). Jurnal Pertanian Terpadu, 2(2), 114-128. Diambil dari http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/81