http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/issue/feed Jurnal Pertanian Terpadu 2020-09-21T09:45:18+07:00 Jurnal Pertanian Terpadu jpt@stiperkutim.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Pertanian Terpadu memuat hasil penelitian bidang pertanian dalam skala luas yang mencakup bidang agroteknologi, kehutanan, kelautan, perikanan, agribisnis serta peternakan.</p> http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/230 Profil, Input dan Output Sistem Peternakan Pada Kawasan Agro-Ekologi Tambrauw Provinsi Papua Barat 2020-09-21T09:45:17+07:00 Deny Iyai da.iyai@yahoo.com Aldino Ikhwanul Mustaqim da.iyai@yahoo.com Meky Sagrim da.iyai@yahoo.com <p>Sistem-Sistem usahatani ternak yang telah eksis dan dapat dikembangkan di masyarakat dapat beragam. Namun dalam pengembangannya Sistem-Sistem usahatani ternak ini relatif belum dipetakan dan diketahui dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan dinamika Sistem sumberdaya peternakan pada kawasan Agroekologi Pesisir kabupaten Tambrauw. Metode penelitian deskriptif dengan teknik FGD dan observasi dilakukan pada kampung target. Data dianalisis dengan statistika deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar dengan menggunakan Microsoft Visio. Hasil penelitian menunjukan Sistem usahatani peternakan rakyat meliputi komoditas ternak ruminansia berupa ternak sapi, dan kambing; non-ruminansia meliputi ternak babi, dan ayam kampung. Terdapat komoditas ternak yang dapat dikategorikan menjadi komoditas yang dapat dipelihara dalam jangka waktu singkat dan dapat menghasilkan pendapatan&nbsp; bagi peternak dan dipelihara dalam waktu yang lama dan komoditas ternak yang lambat memberikan pendapatan bagi peternak.&nbsp; Komponen input yang digunakan adalah air, bibit ternak, bahan bakar, bibit tanaman. Komponen yang berlangsung dalam proses Sistem usahatani meliputi peternak, hutan, lahan umbaran, kelompok ternak, residu dari tanaman pertanian dan perkebunan serta limbah rumah tangga, lahan kebun, tabungan&nbsp; dan rumah tangga sebagai tenaga kerja. Komponen output yang dihasilkan adalah hasil buruan, ternak hidup/daging, dan hasil panen pertanian dan perkebunan. Simpulan kajian ini adalah sistem usahatani peternakan rakyat yang eksis meliputi komoditas ternak sapi, kambing; ternak babi, dan ternak ayam kampung. Terdapat komoditi ternak yang dapat menghasilkan pendapatan (<em>high return</em>) dalam waktu cepat dan yang lambat memberikan pendapatan bagi peternak (<em>slow return</em>). Komponen “Input” didominasi oleh air, bibit ternak, bahan bakar, bibit tanaman. Komponen “Proses” yaitu peternak, hutan, lahan umbaran, komoditas ternak, residu (<em>by-product</em>) dari tanaman pertanian dan perkebunan serta limbah rumah tangga, lahan kebun, tabungan dan rumah tangga sebagai tenaga kerja. Komponen output yang dihasilkan adalah hasil buruan, ternak hidup/daging, dan hasil panen pertanian serta perkebunan.</p> 2020-06-18T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/220 Persepsi Peternak dan Penyuluh LapanganTentang Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keberhasilan Upsus Siwab di Kabupaten Kutai Timur 2020-09-21T09:45:14+07:00 Nursida Nursida nursida@stiperkutim.ac.id Imam Sanusi nursida@stiperkutim.ac.id <p>Upsus SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) adalah peningkatan populasi sapi dalam rangka pencapaian swasembada pangan melalui kegiatan Inseminasi Buatan dan Kawin Alam.&nbsp; Keberhasilan upsus SIWAB dipengaruhi oleh banyak faktor yang bisa dipersepsikan oleh peternak maupun penyuluh lapangan.&nbsp; Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak, persepsi penyuluh lapangan serta korelasi antara persepsi peternak dan penyuluh tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan Upsus SIWAB di kabupaten kutai timur.&nbsp; Penelitian dilaksanakan pada tahun 2019 di Kabupaten Kutai Timur dengan jumlah responden sebanyak 48 yang terdiri dari 40 peternak dan 8 penyuluh lapangan.&nbsp; Teknik pengambilan data yang digunakan adalah <em>Focus Group Discussion</em> di empat kecamatan.&nbsp; Data dianalisis mengunakan deskriptif dan Rank Spearman.&nbsp; Hasil Penelitian menemukan bahwa urutan ranking yang paling berpengaruh dalam keberhasilan Upsus SIWAB berdasarkan persepsi peternak dan penyuluh lapangan adalah instrumen nomor 6,3,5,4,2,7,14, 1,11, 10, 8,13,15, 9, 16, 12, dan 17. Hasil uji korelasi Rank Spearman adalah 0,769 berarti bahwa terdapat korelasi yang kuat antara persepsi peternak dan penyuluh lapangan tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan Upsus SIWAB di Kabupaten Kutai Timur.</p> 2020-06-18T12:55:36+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/232 Uji Aerasi Microbubble dalam Menentukan Kualitas Air, Nilai Nutrition Value Coefficient (NVC), Faktor Kondisi (K) dan Performa pada Budidaya Nila Merah (Oreocrhomis Sp.) 2020-09-21T09:45:13+07:00 Eny Heriyati enyheriyati@stiperkutim.ac.id Rustadi Rustadi rustadi@ugm.ac.id alim Isnansetyo isnansetyo@ugm.ac.id Bambang Triyatmo bambang_triyatmo@ugm.ac.id <p>Penelitian ini betujuan untuk menguji penggunaan aerasi microbubble pada parameter kualitas air, performa, nilai NVC dan factor kondisi perairan. Ikan berukuran 12±3 g, sebanyak 50 ekor dipelihara selama 3 bulan dengan perlakuan aerasi micobubble, aerasi konvensional dan non aerasi dalam system resirkulasi. Parameter yang dianalisa dalam penelitian ini menunjukkan nilai DO aerasi microbubble lebih tinggi dan tetap bertahan lama sampai akhir penelitian dibandingkan aerasi konvensional dan control (p&lt;0,05), demikian juga dengan suhu air. Parameter kualitas air lainnya tidak dipengaruhi oleh perlakuan aerasi, dan masih menunjukkan nilai yang normal untuk budidaya nila, kecuali ammonia pada semua perlakuan menunjukkan nilai yang melebihi standar SNI. Pengaruh stabilnya nilai DO yang dihasilkan oleh aerasi microbubble berpengaruh pada performa nila, yang mampu meningkatkan ukuran bobot ikan tiap ekor dan meningkatkan biomasa ikan 268 % dari kontrol dan 32,5 % lebih tinggi aerasi konvensional. Dalam penelitian ini nilai factor kondisi dan NVC dari semua perlakuan menunjukkan nilai yang relative sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, meskipun nilai kondisi dan NVC tidak dipengaruhi perlakuan aerasi, namun aerasi microbubble mampu meningkatkan DO, pertumbuhan dan biomasa ikan.</p> 2020-06-18T14:02:03+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/209 Identifikasi Faktor Penghambat Kesesuaian Lahan Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) di Kecamatan Parigi Kabupaten Muna 2020-09-21T09:45:12+07:00 La Mpia la_mpia@yahoo.com Musadia Afa la_mpia@yahoo.com Sudarmin Sudarmin la_mpia@yahoo.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan tanaman bawang merah. Penelitiaan ini dilaksanakan di Kecamatan Pargi Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode survey bebas dengan pendekatan Satuan Penggunaan Lahan (SPL). SPL diperoleh dengan cara overlay peta tematik dengan penggunaan software PC ArcGIS 10.4. Pengolahan data dilakukan dengan metode pembandingan (<em>matching</em>) antara karakteristik lahan pada setiap SPL dengan kriteria kelas kesesuaian lahan tanaman bawang merah. Hasil penelitiaan menunjukan bahwa faktor menghambat tanaman bawang merah dilokasi penelitiaan yaitu retensi hara untuk SPL 1,2,3 dan 5. SPL 2 memiliki faktor penghambat penghambat temperatur, ketersediaan air, lereng dan bahaya erosi,&nbsp; SPL 7 dan 8 memiliki faktor penghambat temperatur, ketersediaan air dan retensi hara, SPL 6 memiliki faktor penghambat temperatur, dan ketersediaan air.</p> 2020-06-18T14:26:01+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/219 Kualitas Nutrisi Hijauan Indigofera zollingeriana Yang Diberi Pupuk Hayati Fungi Mikoriza Arbuskula 2020-09-21T09:45:11+07:00 Suharlina Suharlina suharlina@stiperkutim.ac.id Imam Sanusi suharlina@stiperkutim.ac.id <p>Lahan bekas penambangan batu bara memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai lahan penanaman hijauan pakan. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap kualitas nutrisi hijauan <em>Indigofera zollingeriana </em>yang ditanam di lahan pasca tambang batu bara. Tanaman <em>Indigofera zollingeriana</em> yang digunakan sebanyak 40 tanaman dipelihara di dalam <em>polybag</em> yang berisi 8 kg media tanam tanah pasca tambang batu bara dari PT Indexim Coalindo. Penelitian didesain dengan rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan yaitu inokulasi 0, 5, 10, 15, dan 20 g FMA per <em>polybag</em>. Peubah yang diamati adalah komposisi nutrisi, mineral kalsium (Ca), dan fosfor (P), koefisien cerna bahan kering (KCBK), koefisien cerna bahan organik (KCBO), <em>volatil fatty acids</em> (VFA) total dan amonia (NH<sub>3</sub>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein kasar, kalsium, dan fosfor hijauan yang diberi 15 g FMA lebih tinggi (P&lt;0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Kandungan serat kasar hijauan yang diberi 15 dan 20 g FMA lebih rendah (P&lt;0,05) dibandingkan tanpa FMA. Kandungan bahan ekstrak tanpa nitrogen hijauan yang diberi 15 dan 20 g FMA lebih tinggi (P&lt;0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Nilai KCBK, KCBO, konsentrasi VFA, dan NH<sub>3</sub> hijauan diberi 15 g FMA lebih tinggi (P&lt;0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Kesimpulan penelitian adalah kandungan nutrisi dan kualitas kecernaan <em>in vitro</em> hijauan <em>Indigofera zollingeriana</em> ditanam di tanah pasca tambang batu bara dengan pupuk FMA dengan dosis 15 g menunjukkan hasil terbaik dibandingkan dosis lainnya.</p> 2020-06-18T15:56:06+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/217 Analisis Pendapatan Usahatani Padi (Oriza Sativa L.) Sawah di Sekitar dan Bukan Sekitar Tambang Batu Bara di Desa Kerta Buana Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara 2020-09-21T09:45:10+07:00 Tri A.S Pamungkas tettywijayanti_akbar@yahoo.com Tetty Wijayanti tettywijayanti_akbar@yahoo.com Nike Widuri tettywijayanti_akbar@yahoo.com <p>Keberadaan tambang batu bara di sekitar lahan persawahan menimbulkan dampak negatif terhadap tingkat kesuburan lahan sawah, karena limbah tambang batu bara dapat meningkatkan keasaman lahan sawah sehingga diperlukan biaya untuk menetralkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui pendapatan, penerimaan, keuntungan, perbandingan usahatani padi sawah di sekitar dan bukan sekitar tambang batubara di desa kerta buana. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Mei hingga Juli 2019 di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang. Metode penelitian dalam pengambilan sampel ini dengan menggunakan acak berstrata (<em>stratified random sampling</em>) dengan jumlah responden sebanyak 40, metode analisis data yang digunakan dengan perhitungan pendapatan dan untuk melakukan perbandingan pendapatan dengan analisis uji t. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya produksi padi sawah di sekitar tambang sebesar Rp9.760.137,78 mt<sup>-1</sup>. Penerimaan rata-rata sebesar Rp13.417.800,00 mt<sup>-1</sup>. Pendapatan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp3.657.662,22 mt<sup>-1</sup>. Rata-rata biaya produksi padi sawah bukan sekitar tambang sebesar Rp12.845.989,67 mt<sup>-1</sup>. Penerimaan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp22.315.920,00 mt<sup>-1</sup>. Pendapatan rata-rata yang diperoleh sebesar&nbsp; Rp9.469.930,33 mt<sup>-1</sup>. Perbandingan pendapatan dengan uji-T usahatani padi sawah di sekitar dan bukan sekitar tambang batubara&nbsp; yaitu t<sub>hitung </sub>sebesar 3,525 sedangkan t <sub>tabel</sub> (0,05) sebesar 2,024 maka t <sub>hitung</sub>&gt; t <sub>tabel</sub> (3,525&gt; 2,024) yang berarti bahwa hipotesis Ho ditolak dan hipotesis Ha diterima. Secara statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan usahatani padi sawah sekitar tambang batubara dan usahatani padi sawah bukan sekitar tambang batubara.</p> 2020-06-18T16:07:06+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/218 Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan SP-36 terhadap Performa Sistem Perakaran dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogeae, Linn) 2020-09-21T09:45:09+07:00 Nurhidayati Nurhidayati hidasoil33@gmail.com Ramlah Ramlah ramlah@stiperkutim.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pupuk kandang ayam dan SP-36, menentukan dosis optimum pupuk kandang ayam dan SP-36 terhadap performa sistem perakaran dan hasil tanaman kacang tanah.&nbsp; Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 kali ulangan yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama 4 taraf pupuk kandang ayam masing-masing P0 (0 ton.ha<sup>-1</sup>), P1 (5 ton.ha<sup>-1</sup>), P2 (10 ton.ha<sup>-1</sup>), P3 (15 ton.ha<sup>-1</sup>). Faktor kedua 3 Taraf SP-36 masing-masing F0 (0 kg.ha<sup>-1</sup>), F1 (150 kg.ha<sup>-1</sup>), F2 (200 kg.ha<sup>-1</sup>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi perlakuan pupuk kandang ayam dan SP-36 tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar, jumlah bintil akar dan berat basah polong, tetapi berpengaruh nyata terhadap berat basah akar. Kombinasi pupuk kandang ayam 15 ton.ha<sup>-1</sup> dan SP-36 200 kg.ha<sup>-1 </sup>memberikan berat akar terbaik (7,33 gr.tanaman<sup>-1</sup>)<strong>. </strong></p> 2020-06-18T16:14:51+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/216 Komposisi Bahan Volatil Ekstraks Kulit batang Antiaris toxicaria Lesch yang Tumbuh di Pulau Kalimantan 2020-09-21T09:45:18+07:00 Tjatjuk Subiono tjatjuksubiono@ymail.com Sadaruddin Sadaruddin tjatjuksubiono@gmail.com <p><em>Antiaris spp</em> yang tumbuh di pulau Kalimantan telah dikenal sebagai tanaman pada kulit batangnya menghasilkan getah dan telah digunakan sebagai racun sumpit dan obat tradisional. Namun hingga saat ini belum ada laporan penelitian tentang kandungan komponen volatil di kulit batang tanaman tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Organik (Ekstraksi bahan volatil), analisis GC-MS di laboratorium Pusat Ilmu Hayati Universitas Brawijaya, pada bulan Agustus-Oktober 2017.&nbsp; Tujuan penelitian untuk memberikan informasi tentang komposisi kimia minyak atsiri dalam kulit <em>Antiaris spp</em> yang dihasilkan dari metode destilasi. Distilat diekstraksi dengan 2 pelarut polaritas yang berbeda yaitu n-heksana dan etil asetat. Komposisi kimiawi ekstrak tersebut kemudian dianalisis dengan GC-MS. Hasil analisis GC-MS pada pelarut n-heksana menunjukkan adanya senyawa volatil seperti isoforon (35,795%), sitronelal (0,52%), β-patchoulene (0,186%), geranyl acetate (0,377%), Z-3 - hexadecene (0,543%), geranyl butyrate (0,323%), asam palmitat (0,677%), terpenol (0,352%), terpeniol hidrat (0,246%) dan citronelllyl acetate (0,233%). Sedangkan dalam pelarut etil asetat mengandung β-patchoulene (1,799%), α-hexyl cinnamaldehyde (0,949%), alpha-octadecene (6,135%), alkohol miristat (3,554%) dan asam heksadekanoat (5,724%). Pelarut n-heksan memberikan hasil bahan volatil yang lebih kompleks dibandingkan etil asetat.</p> 2020-06-18T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/215 Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Karangan Hilir dalam Pelestarian Kebun dan Hutan Pendidikan STIPER Kutai Timur 2020-09-21T09:45:08+07:00 Jerlita Kadang Allo kadangallojerlita@gmail.com Mufti Perwira Putra muftiotie@gmail.com <p>Partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya hutan akan meningkatkan tanggung jawab dan kepedulian mereka terhadap lingkungan kawasan hutan. Dalam hal ini, masyarakat tidak dipandang sebagai objek yang perlu dibina, tetapi juga merupakan pihak yang dapat diajak bekerja sama untuk perlindungan yang lestari dari suatu kawasan. Atau dengan perkataan lain juga sebagai “pelaku pelestarian kawasan hutan”. Karena itu diperlukan peran masyarakat lokal baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, maupun evaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fungsi partisipasi dan intensitas partisipasi unsur masyarakat lokal dalam menjaga dan melestarikan Kebun dan Hutan Pendidikan STIPER Kutai Timur. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan rujukan bagi STIPER Kutai Timur dalam pembuatan kebijakan dalam program pengelolaan Kebun dan Hutan Pendidikan STIPER dan bagi masyarakat; sebagai sumber informasi yang dapat melahirkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berpartisipasi dalam program pelestarian Kebun dan Hutan Pendidikan STIPER Kutai Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangan Hilir dengan memilih beberapa responden secara stratified sampling yang terdiri dari pemuda, wanita, kepala keluarga, kelompok tani, tokoh masyarakat dan para stakeholder yang terkait kepentingannya dengan kebun dan hutan pendidikan STIPER. Pengolahan dan analisis data menggunakan empowerment index. Dari hasil penelitian dengan menggunakan empowerment index menunjukkan angka yang berkisar antara 1-25 yang artinya bahwa partisipasi masyarakat sekitar kawasan kebun dan hutan pendidikan STIPER masuk dalam kategori sangat tidak aktif. Hal tersebut disebabkan pengelolaan kebun dan hutan pendidikan STIPER sepenuhnya ditangani langsung oleh STIPER. Melihat partisipasi masyarakat lokal yang masih sangat kurang maka diharapkan ke depan pengelolaan kebun dan hutan pendidikan STIPER dapat melibatkan peran serta masyarakat lokal sehingga kepedulian dan tanggungjawab masyarakat untuk turut melestarikan kebun dan hutan STIPER semakin meningkat.</p> 2020-06-18T16:34:34+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/233 Kajian Kualitas Air dan Laju Sedimentasi Pada Saluran Irigasi Bendung Tanah Abang Di Kecamatan Long Mesangat Kabupaten Kutai Timur 2020-09-21T09:45:15+07:00 Amprin Amprin salam_amrin79@yahoo.co.id Abdunnur Abdunnur salam_amrin79@yahoo.co.id Muh. Amir Masruhim salam_amrin79@yahoo.co.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air secara fisika, kimia dan biologi serta laju sedimentasi pada Saluran Irigasi di Kecamatan Long Mesangat. Analisis kualitas air secara fisika, kimia dan biologi dengan menggunakan Indeks Storet. Sedangkan laju sedimentasi dengan menghitung debit air saluran irigasi, dan total padatan tersuspensi (TSS). Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas air pada saluran irigasi adalah memenuhi standar baku mutu kelas III dan IV yang peruntukannya budidaya perikanan dan pertanian. Kualitas air memenuhi standar baku mutu untuk Kelas I, II, III dan IV yaitu Parameter fisika dengan rata-rata suhu 31,7<sup>O</sup>C, TDS : 0,016 mg/L, TSS : 19,61 mg/L, dan &nbsp;Kekeruhan : 62,76 NTU. Sedangkan parameter kimia adalah memiliki rerata BOD-5 1,2 mg/L, NO<sub>3 </sub>&nbsp;8,22 mg/L, Nitrit 0,023 mg/L, dan Sulfat 29,43 mg/L). Parameter kimia yang tidak memenuhi standar baku mutu untuk Kelas I dan II adalah rerata kadar Fe 0,94 mg/L, kadar Cl 3,91 mg/L, kadar&nbsp; COD 25,03 mg/L, dan DO 4,85 mg/L. Parameter biologi total coliform tidak memenuhi ( S.Primer : 513,33/100ml, S.Sekunder : 670/100ml, S.Tersier : 1126,67/100ml). Laju sedimentasi pada saluran irigasi berturut-turut adalah 0,724 ton/hari, 0,451 ton/hari dan 0,021 ton/hari.</p> 2020-06-18T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/225 Pengaruh Kemampuan Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pengolahan Teh Unit Produksi Pagilaran PT Pagilaran 2020-09-21T09:45:07+07:00 Muhamad Yazid Bustomi bustomy.myazid@gmail.com Lestari Rahayu Waluyati lestarirahayu_wlyt@yahoo.co.id Suhatmini Hardyastuti suhatmini_h@hotmail.com <p>Kinerja karyawan merupakan salah satu tolok ukur kinerja suatu organisasi yang tercermin pada hasil kerja dan kontribusi yang diberikan untuk perusahaan. Manajemen kinerja bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui pemanfaatan sumber daya manusia yaitu produktivitas, kualitas tingkat layanan kepada pelanggan, dan pertumbuhan keuntungan perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kinerja karyawan pengolahan teh, (2) menganalisis pengaruh kemampuan kerja dan kompensasi terhadap komitmen organisasional, dan (3) menganalisis pengaruh kemampuan kerja, kompensasi, dan komitmen organisasional terhadap kinerja karyawan pengolahan teh Unit Produksi Pagilaran PT Pagilaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode <em>stratified random sampling</em> dengan jumlah 77 karyawan pada bagian pabrik pengolahan teh. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan Smart-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja karyawan tergolong tinggi dengan nilai rata-rata 4,08 dan standar deviasi 0,31. Faktor kemampuan kerja dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasional. Faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah kemampuan kerja dan komitmen organisasional, sedangkan kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pengolahan teh unit produksi Pagilaran PT Pagilaran.</p> 2020-06-18T17:09:24+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/204 Penerapan Padi-Itik Pada Berbagai Sistem Tanam dalam Mengendalikan Serangga Hama di Tanaman Padi (Oryza sativa L) 2020-09-21T09:45:05+07:00 Sumini Sumini sumini@fpunmura.ac.id Etty Safriyani sumini@fpunmura.ac.id Holidi Holidi sumini@fpunmura.ac.id Sutejo Sutejo sumini@fpunmura.ac.id Samsul Bahri sumini@fpunmura.ac.id Riyanto Riyanto sumini@fpunmura.ac.id <p>Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penerapan padi-itik pada berbagai sistem tanam dalam mengendalikan hama di tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah irigasi di Desa S.Kertosari Kabupaten Musi Rawas dari bulan Agustus sampai bulan November 2016. Penelitian menggunakan metode Eksperimental dengan Rancangan Petak Terbagi (<em>split plot desing</em>) dengan 2&nbsp; perlakuan dan&nbsp; 3 kali ulangan. Perlakuan itik (I) sebagai petak utama dan sistem tanam (S) sebagai anak petakan. Perlakuan itik (I) sebagai petak utama meliputi I0 = Tanpa itik (Kontrol), I1 = Padi-Itik. Sedangkan perlakuan sistem tanam (S) sebagai anak petakan meliputi S1 = Sistem Tegel, S2 = Jajar Legowo 2:1, S3 = Jajar Legowo 3:1, S4 = Jajar Legowo 4:1, S5 = Jajar Legowo 5:1. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan itik dan sistem tanam memberikan hasil yang berbeda nyata pada populasi hama wereng coklat namun berbeda tidak nyata pada hama penggerek batang padi. Pesentase serangan hama wereng coklat dan penggerek batang padi tertinggi pada kombinasi perlakuan tanpa itik dan sistem tanam tegel (I0S1).&nbsp; Populasi hama tertinggi pada perlakuan tanpa itik (I0) yaitu wereng coklat sebanyak 3,03 ekor dan penggerek batang padi 2,50 ekor. Populasi hama tertinggi pada perlakuan sistem tanam tegel S1 yaitu wereng coklat sebanyak 2,53 ekor dan penggerek batang padi pada perlakuan S4 yaitu 2,54 ekor. Perlakuan itik (I1) dan sistem tanam jajar legowo 2:1 (S2) serta kombinasi perlakuan itik dan sistem tanam jajar legowo 2:1 (I1S2) memberikan hasil terbaik terhadap semua peubah serta mampu menekan populasi dan persentase serangan hama.</p> 2020-06-18T17:22:25+07:00 ##submission.copyrightStatement##