http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/issue/feed Jurnal Pertanian Terpadu 2020-01-24T08:59:33+07:00 Titis Hutama Syah titis@stiperkutim.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Pertanian Terpadu memuat hasil penelitian bidang pertanian dalam skala luas yang mencakup bidang agroteknologi, kehutanan, kelautan, perikanan, agribisnis serta peternakan.</p> http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/195 Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Bekerja di Luar Sektor Pertanian di Desa Besuki, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo 2020-01-24T08:59:33+07:00 Lukas Dwi Aryanto 522015014@student.uksw.edu Lasmono Tri Sunaryanto lasmono@staff.uksw.edu <p>Penduduk desa saat ini lebih memilih bekerja diluar sektor pertanian karena luas penguasaan lahan yang minim dan minat yang kurang di bidang pertanian, namun untuk menangani permasalahan tersebut banyak penduduk desa memilih bekerja diluar sektor pertanian untuk meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui pengaruh usia, luas lahan usaha tani, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan dan pendapatan di luar sektor pertanian terhadap minat petani bekerja di luar sektor pertanian, dan 2) Mengetahui variabel mana yang paling kuat pengaruhnya terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian. Lokasi penelitian di Desa Besuki, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian diskriptif kuantitatif. Teknik&nbsp; pengambilan sampel dengan metode <em>simple random sampling</em> sebanyak 35 orang. &nbsp;Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) usia (X1), luas penguasaan lahan (2), jumlah anggota keluarga (X3), tingkat pendidikan (X4), pendapatan di luar sektor pertanian (X5), minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y). 2) usia (X1) dan pendapatan diluar sektor pertanian (X5) secara parsial berpengaruh nyata terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y) sedangkan luas penguasaan lahan (X2), jumlah anggota keluarga (X3), dan tingkat pendidikan (X4) tidak berpengaruh nyata terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y). 3) variabel usia (X1) dan pendapatan diluar sektor pertanian (X5) memiliki pengaruh yang paling besar terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y).</p> 2019-12-18T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/189 Inventarisasi Tumbuhan Tingkat Pancang Dan Semai Berkhasiat Obat Di Lembo Yang Digunakan Oleh Suku Dayak Tunjung Kampung Ngenyan Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat 2020-01-24T08:59:32+07:00 Eldi Parliansyah yruslim@fahutan.unmul.ac.id Paulus Matius yruslim@fahutan.unmul.ac.id Hastaniah Hastaniah yruslim@fahutan.unmul.ac.id Yosep Ruslim yruslim@fahutan.unmul.ac.id <p>Salah satu cara pengelolaan hutan oleh masyarakat tradisional suku Dayak di kabupaten Kutai Barat adalah dengan menanam berbagai macam tumbuhan buah-buahan lokal yang biasa mereka sebut lembo. Selama ini lembo dikenal luas sebagai penghasil buah-buahan, namun pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari manfaat lain yang dapat diperoleh dari lembo tersebut, yang dalam hal ini adalah pemanfaatan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan obat tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil inventarisasi dua lokasi lembo yaitu di lembo&nbsp; labakng iweeq dan lembo labakng mooq, pada lokasi pertama diperoleh tumbuhan tingkat pancang 43 jenis dari 22 famili dengan jumlah individu 1.255 dan dengan kerapatan 125.946 individu ha<sup>-1</sup>, tingkat semai dan tumbuhan bawah 54 jenis dari 35 famili kerapatan 6.784 individu ha<sup>-1</sup>, Pada lokasi kedua diperoleh, tingkat pancang&nbsp; 33 jenis dari 20 famili dengan kerapatan 3.961 individu ha<sup>-1</sup>, semai dan tumbuhan bawah 35 jenis dari 25 famili dengan kerapatan 3.961 individu ha<sup>-1</sup>. Hasil wawancara tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat ditemukan 34 jenis dalam 27 famili tumbuhan yang dimanfaatkan untuk mengobati 37 macam penyakit diantaranya adalah, <em>Poikilospermum suaveolens</em> (Blume) Merr yang digunakan untuk mengobati kencing batu, sakit pinggang, kanker, sariawan, penambah berat badan. <em>Eurycoma longifolia</em> Jack diginakan untuk mengobati rematik, tipes, sakit pinggang, susah buang air kecil, luka luar dan impoten. <em>Fordia splendissima </em>(Blume ex Miq.) Buijsen digunakan untuk penawar racun binatang, keracunan makanan, bedak dan peralatan dalam ritual pengobatan. Proses&nbsp; pengolahan yang paling banyak dilakukan sebelum pemakaian adalah dengan merebus bagian tumbuhan dan meminumnya 11 jenis (20%), pemanfaatan bagian tumbuhan secara langsung 10 jenis (19%), sebagai peralatan dalam ritual pengobatan 8 jenis (15%).</p> 2019-12-18T10:19:57+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/190 Seleksi Tomatillo (Physalis ixocarpa Brot. ex Hornem) untuk Hibridisasi Berdasarkan Karakter Morfologi 2020-01-24T08:59:31+07:00 Ermila Widyaelina ermilawidyaelina@gmail.com Budi Waluyo budiwaluyo@ub.ac.id <p>Tomatillo (<em>Physalis ixocarpa</em> Brot ex. Hornem) adalah spesies dari family <em>Solanaceae</em> yang baru diintroduksi ke indonesia. Tomatillo dikonsumsi dalam berbagai macam olahan dan memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, terpen, vitamin A dan C yang tinggi. Perakitan varietas unggul tomatillo dari Indonesia belum dilakukan. Pemuliaan tanaman tomatillo perlu dilakukan untuk pengembangan genotipe potensial sebagai induk untuk pembentukan varietas unggul baru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan keragaman karakter dan pengelompokan genotipe tomatillo berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini menggunakan 20 genotipe dengan rancangan acak kelompok diperluas (<em>augmented design</em>). Keragaman karakter dianalisis dengan <em>Principal Component Analysis</em> (PCA) menggunakan pendekatan koefisien korelasi Pearson, dan analisis pengelompokan menggunakan <em>Agglomerative Hierarchical Clustering </em>(AHC) dengan ukuran kemiripan berdasarkan koefisien korelasi Pearson dan metode aglomerasi <em>Unweighted Pair Group Average</em> (UPGMA). Hasil penelitian menunjukkan keragaman antar karakter sebesar 90,62% dari 10 komponen utama dengan 27 karakter morfologi yang berkontribusi. 20 genotipe potensial memiliki kemiripan antar genotipe pada nilai 89,4% dan terbagi menjadi 3 kelompok pada nilai kemiripan 96,4%. Jarak genetik antar kelompok pertama dan kedua sebesar 0,026, antara kelompok kedua dan ketiga sebesar 0,032, dan antara kelompok pertama dan ketiga sebesar 0,081. Genotipe yang memiliki kemiripan paling tinggi atau jarak genetik paling dekat adalah Pixo[P14] dan Pixo[P22] serta Pixo[G35] dan Pixo[GY21 dengan nilai kemiripan 99,5% atau jarak genetik sebesar 0.005. Genotipe yang memiliki jarak genetik terjauh yaitu Pixo[P35] dan Pixo[GY11] dengan nilai kemiripan sebesar 81,8% atau memiliki jarak genetik sebesar 0,182.</p> 2019-12-18T10:42:12+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/196 Pengaruh Dosis dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Gamal Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) 2020-01-24T08:59:30+07:00 Dian Triadiawarman diantriadi72@gmail.com Rudi Rudi diantriadi72@gmail.com <p>Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis dan interval waktu pembarian pupuk organik daun gamal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (<em>Brassica juncea</em> L)<strong><em>. </em></strong>Penelitian dilakukan pada Maret 2019 s/d Mei 2019 di Kebun Percobaan Agroteknologi STIPER Kutai Timur. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL), dengan pola faktorial, dimana perlakuan &nbsp;pemberian dosis pupuk organik daun gamal&nbsp; terdiri atas 4 perlakuan yaitu : D<sub>0 </sub>= 0 ml L<sup>-1</sup>, D<sub>1 </sub>= 40 ml L<sup>-1</sup>, D<sub>2 </sub>= 80 ml L<sup>-1</sup>, D<sub>3 </sub>= 120 ml L<sup>-1</sup>, sedangkan perlakuan interval waktu pemberian terdiri atas 3 perlakuan yaitu I<sub>1 </sub>= 3 hari sekali, I<sub>2 </sub>= 5 hari sekali, I<sub>3 </sub>= 7 hari sekali. Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3kali. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam yangdilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada tingkat signifikasi 5%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman sawi, jumlah daun tanaman sawi, berat segar per tanaman sawi.Tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk organik cair daungamal dan interval waktu pemberian terhadap seluruh variabel yang diukur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair daun gamal memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman (8,332), jumlah daun (7,911) dan berat segar (7,027), sedangkan perlakuan interval waktu pemberian berpengaruh nyata hanya pada tinggi tanaman (8,076) dan jumlah daun (7,683).</p> 2019-12-18T11:20:17+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/197 Struktur dan Komposisi Hutan di Kawasan Karst Temeang 2020-01-24T08:59:29+07:00 Arbain Arbain arbain2002@gmail.com Sugiarto Sugiarto sugiarto@stiperkutim.ac.id Titis Hutama Syah titis@stiperkutim.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi di kawasan hutan karst Temeang, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur. Metode yang digunakan adalah membuat petak ukur dengan luas 1 ha, yang dibagi menjadi 25 petak ukur berukuran 20x20m, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Nilai penting, Kerapatan, dan frekuensi tertinggi terdapat pada&nbsp; jenis <em>Pterospermum javanicum</em>. Jenis tersebut merupakan jenis yang mudah tumbuh dengan sebaran yang luas. Dominansi tertinggi terdapat pada jenis <em>Shorea guiso, </em>yang memiliki diameter batang yang besar-besar. Strata tajuk tersusun berlapis, dari lapisan atas sampai lapisan bawah yang terdiri dari tumbuhan bawah hingga pohon-pohon yang tinggi. Masih terdapatnya bagian-bagian tajuk yang terbuka menunjukkan bahwa perlu adanya campur tangan manusia untuk mempercepat suksesi.</p> 2019-12-18T11:58:57+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/198 Pengaruh Pemberian Probiotik Terhadap Kandungan Protein Pada Pakan Komersial 2020-01-24T08:59:28+07:00 Anshar Haryasakti haryasaktia@yahoo.com Imanuddin Imanuddin haryasaktia@yahoo.com Muhammad Hirwan Wahyudi haryasaktia@yahoo.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik terhadap kandungan nutrisi (Protein) pakan komersial. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai dengan September 2017 selama 3 bulan bertempat di Laboratorium Akuakultur Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur dan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampel yang digunakan ada 4 perlakuan yaitu 0 ml, 6 ml, 7 ml, dan 8 ml dosis EM4 dalam setiap kilogram pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 7 ml kg<sup>-1</sup> pakan memberikan nilai yang tertinggi (10,14%), kemudian secara berturut-turut dosis 8 ml kg<sup>-1</sup> pakan (9,79%), dosis 6 ml kg<sup>-1</sup> pakan (6,30%) dan yang terendah adalah dosis 0 ml kg<sup>-1</sup> pakan (6,11%).</p> 2019-12-18T13:32:04+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/199 Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Karet di Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat 2020-01-24T08:59:26+07:00 Achmad Zaini ach.zaini@gmail.com Yulianus Pendi ach.zaini@gmail.com Juraemi Juraemi ach.zaini@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan usaha tani karet terhadap pendapatan rumah tangga serta tingkat kesejahteraan petani karet. Penelitian ini dilaksanakaan di Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Jumlah responden yang diambil sebanyak 40 orang dari 436 petani berdasarkan metode acak berstrata. Hasil penelitian menunjukan bahwa total produksi&nbsp; karet yang dihasilkan oleh seluruh petani yang menjadi responden adalah 178.485 kg dalam satu tahun dengan rata-rata 4.462,125 kg dan dengan harga jual Rp 6.000/kg. Jumlah penerimaan yang diperoleh dalam satu tahun sebesar Rp 1.070.910.000, dengan rata-rata per responden sebesar Rp 26.772.750 per tahunnya. Total pendapatan keluarga yang diperoleh sebesar Rp 1.211.184.750 dengan rata-rata Rp 30.279.618,75. Kontribusi usahatani karet terhadap pendapatan rumah tangganya sebesar 85,91% terhadap total pendapatan rumahtangga, sedangkan untuk kontribusi pendapatan dari usaha pertanian non karet sebesar 6,27% dan kontribusi pendapatan non pertanian sebesar 7,81%. Berarti usaha tani karet ini sangat besar kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga. Tingkat kesejahteraan sebagian besar rumah tangga petani karet termasuk dalam kategori hidup layak 65%.</p> 2019-12-18T14:34:15+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/200 Minat Mahasiswa Fakultas Pertanian Terhadap Informasi Pertanian (Studi Kasus di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman) 2020-01-24T08:59:25+07:00 Sufianti Sufianti tettywijayanti_akbar@yahoo.com Tetty Wijayanti tettywijayanti_akbar@yahoo.com Mursidah Mursidah tettywijayanti_akbar@yahoo.com <p>Beragamnya kebutuhan informasi yang dibutuhkan petani, maka mahasiswa pertanian perlu mempersiapkan diri dengan terus meningkatkan pengetahuannya mengenai informasi&nbsp; pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan mahasiswa Fakultas Pertanian terhadap informasi seputar pertanian, seberapa besar kontak mahasiswa Fakultas Pertanian terhadap sumber informasi dan keaktifan mahasiswa Fakultas Pertanian dalam mencari informasi. Penelitian ini telah dilaksanakan selama dua bulan dimulai dari bulan September 2017 hingga bulan Oktober 2017 di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah <em>stratified proportional random sampling</em> dengan jumlah responden adalah 95 mahasiswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan metode pengukuran skoring (skala Likert). Penelitian ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap informasi pertanian (56,3) kategori kurang minat, kebutuhan mahasiswa terhadap informasi pertanian (21,2) kategori sangat butuh, kontak dengan sumber informasi (15) kategori kurang sering, dan keaktifan mencari informasi (20,1) kategori kurang aktif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian kurang minat terhadap informasi pertanian, mahasiswa Fakultas Pertanian sangat membutuhkan informasi pertanian, mahasiswa Fakultas Pertanian kurang sering melakukan kontak dengan sumber informasi, dan mahasiswa Fakultas Pertanian kurang aktif dalam mencari informasi seputar pertanian.</p> 2019-12-18T14:55:18+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/201 Strategi Pemasaran Agroindustri Tempe di Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur 2020-01-24T08:59:24+07:00 Rusmiyati Rusmiyati rusmiyati@stiperkutim.ac.id Muhamad Yazid Bustomi bustomy.Myazid@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang dihadapi dalam pemasaran agroindustri tempe usaha tahu bintang, dan merumuskan strategi pemasaran agroindustri tempe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian terhadap pemasaran tempe di Kecamatan Sangatta Utara menunjukkan bahwa <em>Strengths</em> yang dimiliki adalah pengusaha memiliki pengalaman yang cukup lama,&nbsp; produk tempe memiliki tampilan yang lebih putih dan bersih, produk cukup diminati semua kalangan penggemar tempe dan biasa diterima di<span style="text-decoration: line-through;">-</span>semua kalangan, serta pemasaran produk sudah sampai ke Kota lain. <em>Weaknesses</em> – nya antara lain kemasan menggunakan pembungkus yang sederhana, promosi yang masih terbatas, dan promosi yang dilakukan hanya melalui penjualan pribadi. Opportunities-nya adalah produk sudah cukup dikenal, produk yang mampu bersaing dengan produk sejenis, pasar masih terbuka luas untuk pemasaran tempe dari Usaha Tahu Bintang. <em>Treats</em>-nya adalah banyak pesaing dari produk sejenis dan keterbatasan informasi pasar. Strategi pemasaran tempe yang dapat dilakukan adalah mempertahankan pasar yang sudah ada dan mencari pasar yang baru,&nbsp; mempertahankan mutu agar konsumen tetap memilih produk, serta mencari alternatif saluran pemasaran.</p> 2019-12-18T15:11:01+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/202 Pengaruh Tingkat Kematangan Buah Terhadap Viabilitas Benih Kopi (Coffea robusta L.) 2020-01-24T08:59:23+07:00 Nani Rohaeni nanirohaeni@stiperkutim.ac.id Farida Farida farida@stiperkutim.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah kopi terhadap viabilitas benih, dan mengetahui tingkat kematangan buah kopi yang terbaik untuk dikecambahkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai bulan Maret 2018. Penelitian ini bertempat di Jl. Poros Kabo Gang Bumi Taka Swarga Bara Sangatta Kutai Timur. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yang diulang sebanyak 5 kali ulangan. Faktor tingkat kematangan buah (M) terdiri dari M1 = Coklat, M2 = Merah, M3 = Merah kekuningan, M4 = Kuning, M5 = Kuning Kehijauan, untuk mengetahui pengaruh perlakuan maka dilakukan analisis sidik ragam dan bila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan buah berpengaruh terhadap viabilitas benih, dan tingkat kematangan buah kopi warna merah menunjukkan yang terbaik.</p> 2019-12-18T15:24:17+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/203 Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Dan Efisiensi Pemanfaatan Faktor Produksi Terhadap Produksi Usahatani Pepaya Callina (Carica papaya L.) di Kota Balikpapan 2020-01-24T08:59:22+07:00 Indah Novita Dewi indah_novita_dewi@stiperkutim.ac.id Achmad Zaini indah_novita_dewi@stiperkutim.ac.id Ndan Imang indah_novita_dewi@stiperkutim.ac.id <p>Kota Balikpapan termasuk salah satu sentra penanaman buah pepaya, salah satunya yang sedang berkembang adalah pepaya Callina. Usahatani pepaya Callina di Kota Balikpapan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berfluktuasinya produksi dapat disebabkan dari faktor-faktor tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor produksi (<em>input</em>) dan faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi produksisertatingkat efisiensi usahatani pepaya Callina. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Balikpapan dari bulan Agustus sampai dengan November 2017.Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Daerah penelitian dilakukan secara <em>purposive sampling</em>dan penentuan petani sampel secara <em>proportional random sampling</em>. Analisis data untuk mengetahui pengaruh faktor produksi dan sosial ekonomi dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan untuk mengetahui tingkat efisiensi menggunakan pendekatan efisiensi harga.Hasil penelitian menunjukkan faktor produksi (<em>input</em>) luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk, dan pestisida secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi pepaya callina dengan Fhitung &gt; Ftabel (26,404 &gt; 2,57).Faktor sosial ekonomi seperti umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan pengalaman berusahatani secara bersama-sama berpengaruh tidak nyata terhadap produksi pepaya callina dengan Fhitung &lt; Ftabel (1,812 &lt; 2,71), sedangkan efisiensi usahatani pepaya callina di Kota Balikpapan belum tercapai. Hal ini disebabkan pengalokasian faktor produksi (<em>input)</em> yang diberikan belum tepat.</p> 2019-12-18T15:41:49+07:00 ##submission.copyrightStatement##