http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/issue/feed Jurnal Pertanian Terpadu 2019-08-06T13:13:00+07:00 Titis Hutama Syah titis@stiperkutim.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal yang memuat hasil penelitian bidang pertanian dalam skala luas yang mencakup bidang agroteknologi, kehutanan, kelautan, perikanan, agribisnis serta peternakan.</p> http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/yustitanuraeni Analisa Komparatif Sifat Fisikokimia Sari Buah dan Konsentrat Sari Buah Antara Hasil Olahan Nanas (Ananas comosus (L) Merr.) Varietas Queen Grade C dan Grade B 2019-08-06T13:13:00+07:00 Yustita Nuraeni yustitanuraeni@yahoo.com Susinggih Wijana yustitanuraeni@yahoo.com Bambang Susilo yustitanuraeni@yahoo.com <p>Perkebunan nanas di sekitar Gunung Kelud merupakan sentra penghasil nanas di Jawa Timur. Varietas yang umumnya ditanam adalah Queen, namun 10-15% dari panen merupakan grade C yang ukurannya lebih kecil dibandingkan grade lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sifat sari buah dan konsentrat sari buah nanas varietas Queen grade C, sekaligus membandingkannya dengan yang diolah dari grade B guna mengetahui ada atau tidaknya perbedaan sifat produk. Pada metodenya, terlebih dahulu dibuat produk-produk tersebut, dianalisa sifat fisikokimianya, dan dibandingkan menggunakan analisa komparatif berupa uji t-<em>test independent</em>. Analisa fisikokimia sari buah nanas yang dibuat dari grade C dan grade B menghasilkan nilai rata-rata TPT, kadar air, total gula, total asam, viskositas, warna La*b*, secara berurutan sebagai berikut: 15,90<sup>o</sup>brix dan 15,97<sup>o</sup>brix; 83,27% dan 83,73%; 14,98% dan 13,96%; 1,01% dan 1,08%; 5,00 cP dan 2,33 cP; 23,63 dan 23,73; 6,17 dan 6,20; 9,53 dan 9,03. Rata-rata sifat-sifat tersebut pada konsentrat sari buah yang dibuat dari grade C dan grade B, secara berurutan sebagai berikut: 63,40<sup>o</sup>brix dan 63,57<sup>o</sup>brix; 31,80% dan 33,53%; 57,95% dan 61,39%; 2,63% dan 2,50%; 293,00cP dan 211,33cP; 25,93 dan 25,27; 8,00 dan 7,57; 13,33 dan 12,57. Hasil analisa t-<em>test independent</em>, menunjukkan seluruh nilai t<sub>hitung</sub> antara (-) 4,604 sampai dengan (+) 4,604 sehingga HO diterima, yang berarti tidak ada perbedaan nilai rata-rata sifat fisikokimia antara sari buah nanas varietas Queen grade C dengan grade B, dan tidak ada perbedaan nilai rata-rata sifat fisikokimia antara konsentrat sari buah nanas varietas Queen grade C dengan grade B.</p> 2019-06-14T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/179 Kualitas Nutrisi Hijauan (Indigofera zollingerina) yang Diberi Pupuk Organik Cair Asal Limbah Industri Penyedap Masakan 2019-08-06T10:08:34+07:00 Suharlina Suharlina suharlina@stiperkutim.ac.id Luki Abdullah lukiabdullah@gmail.com Ahmad Darobin Lubis suharlina@stiperkutim.ac.id <p>Sisa proses asam amino (sipramin) adalah limbah industri penyedap masakan yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai pupuk organik cair karena mengandung nutrien yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kualitas nutrisi (in vitro) hijauan <em>Indigofera zollingeriana</em> yang diberi sipramin sebagai pupuk organik cair. Desain penelitian menggunakan acak lengkap pola faktorial, faktor pertama adalah dosis pupuk yaitu 0, 10, 20, dan 40%; dan faktor kedua adalah waktu pemberian pupuk yaitu 30 dan 15 hari sebelum panen (HSP). Variable yang diamati adalah nilai nutrisi hijauan yaitu kandungan protein, ADF, dan NDF. Percobaan in vitro dilakukan untuk mengetahui koefisien cerna bahan kering (KCBK), kecernaan bahan organik (KCBO) dan protein kasar (KCPK), kelarutan mineral kalsium dan fosfor <em>Indigofera zollingeriana</em> dalam cairan rumen sapi. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis sidik ragam dan uji T. Hasil penelitian memperlihatkan protein kasar (PK) sangat berbeda nyata (P&lt;0,01) pada pemupukan dengan dosis 40% dibandingkan 0%, namun tidak berbeda pada kandungan neutral detergent fiber (NDF) dan acids detergent fiber (ADF). Terdapat interaksi antara dosis dan waktu pemberian pupuk terhadap kandungan PK. Kandungan PK dengan dosis 40% pada waktu pemberian 15 HSP lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. KCBK, KCBO, dan KCPK pada dosis 40% nyata lebih tinggi (P&lt;0,05) dibandingkan dosis 0%. Jumlah kalsium dan fosfor terlarut nyata lebih tinggi (P&lt;0,01) pada dosis pupuk 40% dibandingkan 0%. Penggunaan sipramin sebagai pupuk organik cair dengan dosis 40% pada 15 HSP memperlihatkan hasil terbaik terhadap nilai nutrisi <em>Indigofera zollingeriana</em>, KCBK, KCPK, dan jumlah mineral Ca dan P terlarut.</p> 2019-06-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/181 Pengaruh Dosis Pupuk Kandang dan Jarak Tanam Terhadap Produksi Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) 2019-08-06T10:08:54+07:00 Taufan P Daru taufan.pd@gmail.com Odit F Kurniadinata taufan.pd@gmail.com Yabel Noberto Patandean taufan.pd@gmail.com <p>Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan jarak tanam yang berbeda terhadap komponen produksi rumput gajah mini (<em>Pennisetum purpureum</em> cv. Mott). Percobaan dilaksanakan di desa Makroman, kecamatan Sambutan, kota Samarinda. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial, dimana perlakuan dosis pupuk kandang ayam terdiri atas 4 perlakuan, yaitu 0 ton ha<sup>-1</sup> (p<sub>0</sub>), 5 ton ha<sup>-1</sup> (p<sub>1</sub>), 10 ton ha<sup>-1</sup> (p<sub>2</sub>) dan 15 ton ha<sup>-1</sup> (p<sub>3</sub>), sedangkan perlakuan jarak tanam terdiri atas 3 perlakuan, yaitu 50 x 100 cm (k<sub>1</sub>), 75 x 100 cm (k2), dan 100 x 100 cm (k3). Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada taraf 5%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, jumlah anakan, berat&nbsp; segar, berat kering, dan imbangan daun/batang.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar dan berat kering, sedangkan perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, panjang daun, berat kering, dan imbangan daun/batang. Tidak terjadi interaksi&nbsp; antara perlakuan dosis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap seluruh komponen produksi rumput gajah mini yang diukur.</p> 2019-06-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/182 Strategi Pengembangan Usaha Ternak Ayam Broiler di Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur 2019-08-06T10:09:13+07:00 Al Hibnu Abdillah alhibnu_abdillah@stiperkutim.ac.id Heny Arnila heny.arnilaismail@gmail.com <p>Usaha ayam broiler merupakan jenis usaha yang sangat potensial dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Sangatta Selatan yang dilakukan pada bulan Februari sampai Mei 2018 di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dengan responden sebanyak 8 orang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Sangatta Selatan berada pada kuadran I, yang berarti bahwa situasi ini sangat menguntungkan, usaha ini memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi pengembangan pada usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Sangatta Selatan adalah strategi agresif, yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada</p> 2019-06-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/183 Analisis Kualitas Air di KM 35 Desa Rantau Makmur Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur 2019-08-06T10:09:40+07:00 Amprin Amprin amprin@stiperkutim.ac.id Dhani Aryanto dhaniaryanto@stiperkutim.ac.id <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air di rawa KM 35 berdasarkan parameter fisika, paramater kimia, dan parameter biologi, dan mengetahui status mutu air di rawa KM 35 berdasarkan standar kualitas air pada kelas IV untuk sumber irigasi pertanian tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2015, di rawa KM 35 Desa Rantau Makmur Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur. Dan pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Mulawarman Samarinda. Penentuan status mutu air dengan menggunakan metode storet sistem penilaian US-EPA (United Status Environment Protection Agency) dan mengacu pada peraturan pemerintah No.82 tahun 2001. Hasil analisis berdasarkan parameter menunjukan bahwa kondisi air memenuhi baku mutu standar kualitas air berdasarkan peraturan pemerintah No. 82 tahun 2001. Parameter fisika yang meliputi suhu air rawa 27,7<sup>o</sup>C, warna 4,75 PtCo, Kekeruhan 183,6 NTU. Parameter kimia meliputi pH 6,3, BOD 1.39 mg/lt, COD 7,20 mg/lt, DO 3,65 mg/lt, Nitrat 2,89 mg/lt, Mangan di bawah batas limit, Besi 0,58 mg/lt, Khlorida 5,33 mg/lt, Nitrit 0,007 mg/lt, dan Sulfat 10,37 mg/lt. Parameter biologi meliputi Total Cloriform 90 MPN/100ml. Hasil analisis tersebut menunjukan kondisi air rawa pada kelas IV status mutu air baik atau memenuhi baku mutu, untuk sumber irigasi pertanian terutama tanaman padi.</p> 2019-06-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/184 Analisis Kesuburan Tambak di Bontang Kuala Kalimantan Timur 2019-08-06T10:10:43+07:00 Henny Pagoray pagoray.henny@gmail.com Deni Udayana pagoray.henny@gmail.com <p>Tambak merupakan salah satu habitat yang dipergunakan sebagai tempat untuk kegiatan budidaya air payau di daerah pesisir. Kegiatan budidaya yang dilakukan mengalami masalah. Salah satu masalah yang dihadapi petambak di Bontang Kuala saat ini adalah penurunan produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifikasi kondisi tambak yang berhubungan dengan kesuburan tambak, yaitu secara fisik, kimia dan biologi, dan analisis kualitas tanah. Metode penelitian yaitu dengan&nbsp; menganisis kualitas air secara in situ dan exsitu. Parameter yang dianalisis secara in situ yaitu: suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas; sedangkan parameter yang dianalisis di laboratorium yaitu: TDS, NO<sub>3</sub>, NO<sub>2</sub> dan NH<sub>4</sub>, pH tanah, bahan organik, N, P tanah, sedangkan untuk melihat keanekaragaman plankton dilakukan pengambilan sampel air untuk indentifikasi di laboratorium. Hasil analisis kualitas air dibandingkan dengan baku mutu lingkungan Prov.Kaltim No.339 Tahun 1988 (Baku mutu air laut untuk biota laut, budidaya perikanan). Kualitas air secara fisik dan kimia masih sesuai dengan standar untuk budidaya, bahan organik tanah tinggi sedangkan secara biologi keanekaragan plankton termasuk dalam kategori sedang.</p> 2019-06-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/trikurniastuti Pengaruh Dosis Pupuk Kompos Jerami dan Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L.) 2019-08-06T10:10:53+07:00 Tri Kurniastuti kurniastuti5@gmail.com Dea Risfika Faustina drisfika@gmail.com <p>Penelitian bertujuan&nbsp; mengetahui pengaruh kompos jerami padi dan jenis &nbsp;mulsa pada pertumbuhan dan hasil melon. Penelitian dilakukan di Kabupaten Blitar pada bulan Agustus hingga November 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan3 ulangan. Faktor pertama dosis kompos jerami terdiri dari tiga aras, k<sub>0</sub>: Tanpa kompos jerami, k<sub>1</sub>: kompos jerami 10 ton/ha; k<sub>2</sub>: kompos jerami 20 ton / ha. Faktor II: jenis mulsa, terdiri dari tiga aras, m<sub>0</sub>: Tanpa mulsa; m<sub>1</sub>: Mulsa jerami; m<sub>2</sub>: mulsa plastik hitam silver. Pengamatan meliputi: panjang tanaman (cm), jumlah daun (daun), bobot segar dan bobot kering brangkasan (g), bobot buah (kg), diameter buah (cm) dan tebal buah (mm). Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjut dengan uji Duncan kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata perlakuan kompos jerami padi (k) dan jenis mulsa (m) terhadap bobot kering tanaman dan bobot segar tanaman. Hasil tertinggi adalah kombinasi perlakuan kompos jerami 20 ton/ha dan mulsa plastik hitam perak (k<sub>2</sub>m<sub>2</sub>) dan mampu meningkatkan bobot kering tanaman hingga 26,87% dibandingkan perlakuan tanpa kompos jerami dan tanpa mulsa/kontrol. Dosis kompos jerami padi 20 ton/ha dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil melon lebih baik daripada perlakuan tanpa kompos jerami. Peningkatan hasil berat melon akibat kompos jerami padi adalah 21,59%. Mulsa plastik hitam dan perak dapat meningkatkan hasil melon 15,56% lebih tinggi daripada tanpa mulsa dan meningkat 6,077% lebih tinggi dari mulsa jerami padi.</p> 2019-06-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/185 Potensi dan Status Kerusakan Tanah di Kabupaten Kutai Timur 2019-08-06T10:11:03+07:00 Muli Edwin muli.edwin@yahoo.com Harmi Suprapti muli.edwin@yahoo.com Veronika Murtinah muli.edwin@yahoo.com Liris Lis Komara muli.edwin@yahoo.com Mufti Perwira Putra muli.edwin@yahoo.com <p>Degradasi tanah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan serta menghasilkan barang dan jasa telah menjadi perhatian global. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan terkait potensi, status dan baku mutu kerusakan tanah untuk produksi biomassa. Dalam rangka mendukung program pemerintah dan upaya perbaikan lahan maka peran dan kerjasama peneliti bersama pemerintah daerah harus ditingkatkan untuk menggali informasi terkait potensi dan status kerusakan tanah yang dapat digunakan sebagai data pendukung untuk perencanaan pembangunan di suatu daerah. Potensi dan status kerusakan tanah di wilayah Kabupaten Kutai Timur masih tergolong rendah. Tetapi memiliki potensi tinggi terhadap kerusakan tanah, karena semakin meningkatnya pemanfaatan lahan untuk berbagai kepentingan dan kondisi alami tanah Kalimantan Timur yang merupakan tanah tua, yiatu podsolik merah kuning atau ultisols yang mudah terdegredasi apabila didayagunakan tanpa memperhatikan prinsip-prinsip konservasi. Khusus untuk lahan di Rantau Pulung terdapat satu parameter dengan status melebihi baku mutu, yaitu permeabilitas tanah, kemudian di Batu Ampar ditemukan empat parameter, yaitu permeabilitas, komposisi fraksi tanah, kerapatan lindak dan pH tanah, selanjutnya di Long Mesangat ditemukan dua parameter, yaitu kerapatan lindak dan permeabilitas. Semakin banyak faktor pembatas tersebut, maka dalam pemanfaatan lahan seharusnya juga menerapkan dan menuntut perlakuan konservasi yang tinggi untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas lahan atau tanah.</p> 2019-06-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/186 Distribusi Unsur Hara di Dalam Tanah dan Biomassa Tegakan Jati Berumur 8 tahun di Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur 2019-08-06T10:11:22+07:00 Veronika Murtinah veronikamurtinah@gmail.com Liris Lis Komara veronikamurtinah@gmail.com <p>Keberhasilan pembangunan hutan tanaman memiliki konsekuensi terhadap pemilihan jenis yang bernilai ekonomi tinggi dan memperhatikan faktor tapak, terutama bertalian dengan distribusi hara pada tanah dan biomassa. Penelitian dilaksanakan pada tegakan jati berumur 8 tahun di areal tanaman jati masyarakat di Teluk Pandan, Kutai Timur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jumlah distribusi hara di dalam tanah dan biomassa tegakan jati. Penelitian dilakukan dengan mengukur jumlah hara yang berakumulasi di dalam tanah dan jumlah hara yang berakumulasi pada komponen biomassa tegakan jati (batang, cabang+ranting, daun, kulit kayu) pada umur 8 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa unsur P dan K merupakan unsur hara yang paling kritis dibandingkan dengan unsur hara lainnya, sebab hampir seluruhnya telah berada dalam vegetasi. Selain itu unsur hara yang perlu mendapat perhatian adalah Ca dan Mg. Unsur hara N hampir sebagian sudah berada di dalam tegakan.</p> 2019-06-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/187 Analisis Implementasi Pola Kemitraan dan Pendapatan Petani Plasma Kelapa Sawit di Kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan timur 2019-08-06T10:11:37+07:00 Ndang Imang imangndan15@gmail.com Siti Balkis imangndan15@gmail.com Maliki Maliki imangndan15@gmail.com <p>Peraturan Kementerian Pertanian mengharuskan perusahaan kelapa sawit untuk mengembangkan program kemitraan dengan masyarakat sekitar dengan maksud untuk meningkatkan keahlian masyarakat dalam budidaya kelapa sawit sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Kecamatan Bentian Besar adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki potensi perkebunan kelapa sawit. Upaya untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Bentian Besar adalah melalui kerjasama dalam bentuk kemitraan antara petani kelapa sawit dengan PT. Kaltim Hijau Makmur dan PT. Kutai Agro Lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pola kemitraan antara petani plasma kelapa sawit dengan PT. Kaltim Hijau Makmur dan PT. Kutai Agro Lestari di Kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat; (2) pendapatan petani plasma kelapa sawit yang melakukan kemitraan dengan PT. Kaltim Hijau Makmur dan PT Kutai Agro Lestari di Kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat. &nbsp;Penelitian ini dilaksanakan bulan Juli 2016 hingga Maret 2017 di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat. Metode pengambilan sampel mengunakan <em>proportional random sampling</em>. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis pendapatan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) pola kemitraan antara petani plasma kelapa sawit dengan PT. Kaltim Hijau Makmur dan PT Kutai Agro Lestari adalah pola kemitraan Inti – Plasma. Dalam pola kemitraan ini, pihak petani menyediakan lahan dan tenaga kerja, sedangkan pihak perusahaan menyediakan sarana produksi seperti benih, pupuk memberikan kepastian pasar untuk petani; (2) pendapatan rata-rata petani plasma kelapa sawit Kampung Sambung sebesar Rp. 121.992,00/ha.&nbsp; Pendapatan rata-rata petani plasma kelapa sawit Kampung Suakong sebesar Rp.1.264.042,00/ha.</p> 2019-06-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/188 Abnormalitas Morfologi Spermatozoa Ayam Nunukan Asal Ejakulat 2019-08-06T10:10:32+07:00 Fikri Ardhani fikri_ardhani@faperta.unmul.ac.id Julinda R Manullang fikri_ardhani@faperta.unmul.ac.id Bryta Mbincar Boangmanalu fikri_ardhani@faperta.unmul.ac.id <p>Ayam nunukan merupakan plasma nutfah Indonesia yang berkembang di wilayah Kalimantan terutama bagian Utara dan Timur. Tingginya persentase abnormalitas morfologi spermatozoa akan menurunkan nilai fertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi abnormalitas bentuk dan akan dikembangkan bahan identifikasi abnormalitas melalui pengecatan menggunakan kombinasi eosin nigrosin. Sepuluh ekor ayam nunukan jantan diatas satu tahun dengan bobot 2-2,5 kg dikoleksi semennya dengan metode <em>massage</em> atau pengurutan bagian punggung (dorsal) ayam jantan. Pembuatan preparat ulas dilakukan dengan menggunakan larutan kombinasi eosin nigrosin. Persentase abnormalitas spermatozoa dihitung dan identifikasi bentuk abnormalitas diamati dengan menggunakan mikroskop. Persentase abnormalitas spermatozoa ayam nunukan sebesar 13,01±2,16%; abnormalitas umumnya didominasi pada bagian ekor 8,52±1,89%. Bentuk abnormalitas bagian kepala didominasi oleh kepala tanpa ekor, kepala melingkar, dan kepala membengkak. Bentuk abnormalitas bagian tengah didominasi oleh bagian tengah melipat, melingkar dan patah. Bentuk abnormalitas bagian ekor didominasi oleh bagian ekor melingkar, membengkok, dan patah. Penggunaan pengecatan eosin nigrosin efektif untuk pengamatan evaluasi morfologi spermatozoa ayam nunukan karena berdasar pada pengamatan mikroskopis menghasilkan kontras antara sel dan background yang baik.</p> 2019-06-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement##