http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/issue/feed Jurnal Pertanian Terpadu 2024-04-15T22:27:55+07:00 Dr. Suharlina, S.Pt., M.Si suharlina@stiperkutim.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Pertanian Terpadu memuat hasil penelitian bidang pertanian yang mencakup bidang agroteknologi, kehutanan, kelautan, teknik pertanian, teknologi pertanian,&nbsp; peternakan, budidaya perikanan, dan agribisnis.&nbsp;</p> http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/488 Ketersediaan Biomassa Pada Berbagai Jenis Klon Karet (Hevea brasiliensis) di Lahan Kering 2024-04-15T22:27:54+07:00 Yudhi Achnopha ayudhiachnopha@gmail.com Lilian Safitri liliansafitri2019@gmail.com <p>Biomassa merupakan total berat atau volume organisme dalam suatu area atau volume tertentu yang hidup pada permukaan tanaman. Biomassa digunakan sebagai salah satu cara dalam menentukan proyek mitigasi iklim serta memperbaiki kualitas lahan seperti kegiatan deforestasi maupun kegiatan agroforestry lainnya. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari 2023 di lahan karet dengan berbagai jenis klon yang diamati jumlah biomassa yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 Perlakuan (berupa jenis klon) dengan 3 kelompok. Adapun jenis klonnya adalah (1) Klon RRIC 100; (2) Klon PR 255; (3) Klon BPM 109; (4) Klon PB 217; (5) Klon BPM 1; (6) Klon PR 261; (7) Asal biji; (8) Klon BPM 107; (9) Klon PB 260; dan (10) Klon GT 1. Dengan menggunakan persamaan Y = -3.84 + (0.528 x BA) + (0,001 x BA<sup>2</sup>) maka diperoleh jumlah biomassa terbanyak pada jenis klon PB 217 sebanyak 25,23 kg/pohon, klon Asal biji sebanyak 24,08 kg/pohon dan jenis klon GT 1 sebanyak 24,07 kg/pohon. Kandungan biomassa yang terukur merupakan bagian dari kegiatan organisme tanaman yang melakukan dekomposisi secara merata dibagian tanaman.</p> 2023-12-31T10:51:20+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/524 Bobot Karkas Dan Lemak Abdomen Ayam Broiler Yang Diberi Ramuan Herbal Sebagai Feed Additive Dengan Lama Waktu Yang Berbeda 2024-04-15T22:27:54+07:00 Anie Insulistyowati anie.insulistyowati@unja.ac.id Maksudi Maksudi maksudi@unja.ac.id Agus Budiansyah budiansyah_agus@yahoo.com <p>Penggunaan ramuan herbal sering digunakan dalam ransum maupun air minum ayam broiler dengan tujuan untuk menjaga daya tahan tubuh dan performanya. Durasi pemberian ramuan herbal pada ternak dapat memberikan efek yang positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pemberian ramuan herbal temulawak, kunyit dan probiotik terhadap bobot karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Penelitian menggunakan 200 ekor DOC broiler MB-202 dalam kandang koloni yang diisi dengan 10 ekor per kendang dengan pakan komersil Novo-511 Non-AGP. Perlakuan yang diterapkan dalam rancangan acak lengkap adalah lama waktu pemberian ramuan herbal yaitu: P0:&nbsp;&nbsp; tanpa ramuan herbal (ad-libitum), P1:&nbsp; pemberian selama1 minggu, P2:&nbsp; pemberian selama 2 minggu, P3:&nbsp; pemberian selama 3 minggu, dan P4:&nbsp; pemberian selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ramuan herbal 1sampai 4 minggu nyata meningkatkan konsumsi dan bobot karkas mutlak, namun tidak nyata dalam menurunkan lemak abdomen. Disimpulkan pemberian ramuan herbal selama 1 minggu sudah mampu meningkatkan bobot karkas mutlak dan cenderung menurunkan lemak abdomen ayam broiler.</p> 2024-01-01T12:28:29+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/529 Makanan Tradisional Pendamping Nasi Berbahan Baku Hewan di Kabupaten Tuban Jawa Timur 2024-04-15T22:27:53+07:00 Annisa Rahmawati annisasigit@gmail.com Hesti Kurniahu hestiku.hk@gmail.com Riska Andriani andriani1riska@gmail.com <p>Nasi merupakan sumber karbohidrat masyarakat Indonesia dan dikonsumsi bersama makanan lain sebagai sumber protein, lemak, vitamin, mineral dan serat. Beberapa makanan tradisional pendamping nasi diolah dari hewan dari lingkungan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan makanan tradisional pendamping nasi khas Tuban sebagai upaya awal konservasi pengetahuan lokal masyarakat Tuban khususnya budaya kuliner dan menjaga keberlanjutan sumber daya hewan dalam bahan baku makanan tradisional pendamping nasi khas Tuban. Metode penelitian ini adalah melalui <em>survey</em>, wawancara dan partisipasi secara langsung (<em>participant observation</em>) terhadap 120 responden pada 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Data yang diperoleh berupa jenis makanan, jenis hewan, cara memperoleh, habitat, organ yang digunakan dan preparasi kemudian dianalisis secara kualitatif, sedangkan data kuantitatif berupa persentase penggunaan hewan. Hasil penelitian didapatkan 8 jenis makanan tradisional pendamping nasi yaitu <em>becek menthog, sate menthog, krengsengan bekicot, garang asem manyung, kare rajungan, ulas-ulas pe, nus ireng</em>, dan <em>krengsengan welut</em> yang diolah dari 7 jenis hewan yaitu entog, bekicot, ikan jambal roti, rajungan, ikan pari, cumi-cumi dan belut. Habitat hewan tersebut adalah di darat, laut dan air tawar serta diperoleh dengan cara budidaya lokal maupun menangkap langsung di alam. Seluruh tubuh hewan dapat diolah menjadi masakan kecuali bagian yang tidak dapat dikonsumsi. Proses preparasi hewan sebelum dimasak diantaranya direbus, diasap, dan digoreng. Entog merupakan hewan yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan tradisional pendamping nasi khas Tuban paling tinggi yaitu 28%.</p> 2024-01-01T12:31:34+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/489 Persepsi Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian di Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan 2024-04-15T22:27:53+07:00 Ilham Sadik ilhamsadikump19@gmail.com Syafruddin Syafruddin syafruddin2810@gmail.com <p>Sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang dapat memenuhi kebutuhan pangan, yang merupakan elemen dasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu pangan strategis bagi masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan karbohidratnya adalah padi. Usahatani menjadi lebih produktif, efektif dan efisien ketika penyuluh pertanian dilibatkan. Penyuluh memberikan bimbingan langsung dan bertindak sebagai penentu perubahan perilaku petani dalam mengembangkan usahataninya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi petani terhadap peran penyuluh dan menganalisis pengaruh karakteristik petani dan kegiatan penyuluh terhadap persepsi petani pada peran penyuluh di Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu. Penentuan responden menggunakan <em>rumus</em> <em>slovin </em>dengan jumlah responden sebanyak 114 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis SEM (Structural Equation Modeling) yang digunakan untuk hubungan kasualitas antar variabel yang di teliti. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata persepsi petani terhadap peran penyuluh adalah 7,43 dalam skala penilaian 1 sampai 10. Karakteristik petani berpengaruh tidak signifikan terhadap persepsi sementara kegiatan penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap peran penyuluh dalam penyuluhan pertanian di Kecamatan Belopa Utara, Kab. Luwu. Dengan demikian, maka penyuluh perlu meningkatkan perannya dalam memberikan penyuluhan kepada petani sehingga petani memperoleh manfaat dalam kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian di Kecamatan Belopa Utara.</p> 2024-01-01T12:35:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/519 Pemetaan Tutupan Dan Penggunaan Lahan Menggunakan Drone Berbasis Sistem Informasi Geografis Di Desa Jonggon Jaya 2024-04-15T22:27:51+07:00 Muhammad Iqbal Faldi iqbalfaldi21@gmail.com Hari Siswanto hariforestry@gmail.com Ali Suhardiman suhardiman94@gmail.com Yosep Ruslim yruslim@gmail.com Dwinita Aquastini dwiniaqua@yahoo.co.id <p>Penggunaan lahan merupakan hasil akhir dari setiap bentuk campur tangan (intervensi) manusia yang bersifat dinamis. Cara mengetahui bentuk tutupan dan penggunaan lahan dengan menggunakan drone. Penelitian ini bertujuan memetakan dan mengidentifikasi tutupan dan penggunaan lahan serta mengetahui nilai akurasi hasil interpretasi foto udara tutupan dan penggunaan lahan di Desa Jonggon Jaya. Hasil yang diharapkan memberikan informasi terkait hasil pembuatan peta tutupan dan penggunaan lahan dan memberi informasi bentuk tutupan dan penggunaan lahan. Penelitian ini menggunakan drone dan Software ArcGis Pro yang menghasilkan kelas tutupan dan penggunaan lahan yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 7645-1:2014 tentang Klasifikasi Penutup Lahan. Hasil pemetaan tutupan dan penggunaan lahan di Desa Jonggon Jaya menghasilkan 29 Kelas tutupan dan penggunaan lahan diperoleh dari hasil interpretasi foto udara. Hutan Tanaman Industri (HTI) merupakan tutupan dan penggunaan lahan terluas dengan luasan 5096,30 ha atau 48,463% dan sungai menjadi tutupan dan penggunaan lahan terkecil dengan luasan 0,32 ha atau 0,003%. Hasil uji akurasi dengan rumus overall accuracy pada hasil interpretasi foto udara sebesar 95,18% data yang sesuai dengan kondisi di lapangan atau sebanyak 138 titik validasi yang sesuai dari 145 titik validasi keseluruhan, sedangkan kesalahan interpretasi sebesar 4,82% atau 7 titik validasi.</p> 2024-01-01T12:39:51+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/511 Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Di Kolam Terpal 2024-04-15T22:27:50+07:00 Anshar Haryasakti hirwan@stiperkutim.ac.id Muhammad Hirwan Wahyudi hirwan@stiperkutim.ac.id <p>Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan Dan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Di Kolam Terpal (dibimbing oleh Anshar Haryasakti dan Muhammad Hirwan Wahyudi). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan memberikan efek terhadap laju Pertumbuhan ikan dan tingkat kelangsungan hidup Budidaya Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) di kolam terpal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriktif dengan 2 perbedaan frekuensi pemberian pakan, perlakuan A dengan 2 kali pemberian pakan dan perlakuan B 5 kali pemberian pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup perlakuan A adalah 81,30 %, lebih rendah dari perlakuan B yang mencapai 95%. Laju pertumbuhan harian perlakuan A 3,27 % sedangkan perlakuan B adalah 5,02%.</p> 2024-01-01T12:46:18+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/525 Uji Efektivitas Ekstrak Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) dalam Mengendalikan Hama Ulat Bawang Merah (Spodoptera exigua Hubner) di Laboratorium 2024-04-15T10:21:28+07:00 Andi Nopriansyah andinopriansyah64@gmail.com Rusli Rustam andi.nopriansyah1773@student.unri.ac.id <p>Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting dalam industri pangan dengan kandungan nutrisi seperti serat, vitamin C, kalium. Upaya peningkatan produksi bawang merah masih mengalami kendala, antara lain serangan hama di lapangan. Ulat grayak bit (Spodoptera exigua Hubner) merupakan salah satu masalah utama dalam budidaya bawang merah. S. exigua dapat menyebabkan kehilangan hasil lebih dari 57%. Pengendalian umumnya dilakukan dengan menggunakan insektisida sintetik, namun penggunaan insektisida sintetik secara terus menerus dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian yang dapat digunakan adalah insektisida nabati dari ekstrak daun serai wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak daun serai wangi yang efektif untuk mengendalikan larva Spodoptera exigua di laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Riau pada bulan Mei hingga Juli 2023. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat kali ulangan, sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah konsentrasi ekstrak daun serai wangi 0 g.l-1 air, 25 g.l-1 air, 50 g.l-1 air, 75 g.l-1 air, dan 100 g.l-1 air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 100 g.l-1 air tidak efektif dalam mengendalikan larva Spodoptera exigua dengan total mortalitas 77,50%, waktu mortalitas awal tercepat pada 23,50 jam setelah aplikasi, waktu mortalitas ke-50 pada 57,75 jam setelah aplikasi.</p> 2024-01-01T12:51:50+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/520 Pengaruh Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Trichoderma sp Terhadap Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Bawang Merah(Allium cepa L.) 2024-04-15T22:27:55+07:00 Encik Akhmad Syaifudin encik_akhmad@faperta.unmul.ac.id Tjatjuk Subiono encik_akhmad@faperta.unmul.ac.id Ni'matuljannah Akhsan encik_akhmad@faperta.unmul.ac.id Surya Sila encik_akhmad@faperta.unmul.ac.id Kristiadi Kristiadi encik_akhmad@faperta.unmul.ac.id <p>Suatu percobaan untuk menentukan pengaruh kombinasi <em>Plant Growth Promoting Rhizobacteria</em> (PGPR) dengan <em>Trichoderma</em> sp dalam menurunkan penyakit layu <em>Fusarium</em> pada tanaman bawang merah (<em>Allium</em> <em>cepa</em> L.). Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga April 2020. Lokasi percobaan di Loa Janan Ulu, Kutai Kartanegara dan di Laboratorium IHPT Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Percobaan dirancang dengan &nbsp;Rancangan Acak Kelompok, terdiri atas 5 ulangan dan 4 perlakuan yaitu kontrol (P0) 0 mL PGPR + 0 g <em>Trichoderma</em> sp, (P1) 100 mL PGPR + 10 g <em>Trichoderma</em> sp, (P2) 150 mL PGPR + 20 g <em>Trichoderma</em> sp dan (P3) 200 mL PGPR + 30 g <em>Trichoderma</em> sp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi PGPR dengan <em>Trichoderma</em> sp dapat menurunkan intensitas penyakit pada tanaman umur 4,5,6 dan 7 minggu setelah tanam dan dapat meningkatkan hasil panen. Respon tanaman bawang merah terbaik terdapat pada (P3) 200mL PGPR dan 30g <em>Trichoderma</em> sp dengan rata-rata tinggi tanaman 54,76 cm dan rata-rata hasil 20,80g per polybag.</p> 2023-12-30T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/528 Pengaruh Digital Marketing, Kualitas Produk Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan UKM Keripik Pisang Ibu Nur 2024-04-15T22:27:55+07:00 Cahyuni Novia vhie771108@gmail.com Kusdatul Komariyah kusdatulkomariyah18@gmail.com Intan Purwita Intanpuwita03@gmail.com Khofiyatul Hasanah khofiyatul27@gmail.com <p>Usaha Kecil dan Mikro (UKM) sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan sosial-ekonomi suatu negara, karena sebagai salah satu penopang perekonomian nasional. Pelaku UKM berusaha untuk meningkatkan penjualan usahanya. Selain digital marketing, UKM&nbsp;&nbsp; juga dituntut&nbsp;&nbsp;&nbsp; dapat&nbsp;&nbsp;&nbsp; memberikan&nbsp; kualitas&nbsp; produk dan kualitas pelayanan&nbsp; yang&nbsp; baik agar dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.&nbsp; &nbsp;Tetapi masih banyak UKM yang masih belum bisa mempertahankan loyalitas pelanggan karena kurangnya informasi yang diperoleh untuk menentukan strategi yang harus dilakukan dalam mempertahankan loyalitas konsumen. Permasalahan ini juga dialami oleh UKM keripik pisang Ibu Nur yang berlokasi di desa Plampang Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apakah yang paling berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yang bersumber dari quesioner sebagai sumber primer penelitian. Data diambil secara langsung dari pelanggan melalui survei kuesioner dengan skala likert secara random sampling dengan total 30 responden. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui bahwa apakah digital marketing, kualitas produk atau kualitas pelayanan yang berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel digital marketing dan kualitas produk tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Sedangkan variabel kualitas pelayanan sangat berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas konsumen UKM Keripik pisang Ibu Nur dengan nilai adjusted R square (R2 ) sebesar 0,777 atau sebesar 77,7% yang&nbsp; berarti hubungan antar kedua variabel dikategorikan cukup kuat</p> 2023-12-29T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement##