Jurnal Pertanian Terpadu http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt <p>Jurnal Pertanian Terpadu memuat hasil penelitian bidang pertanian dalam skala luas yang mencakup bidang agroteknologi, kehutanan, kelautan, perikanan, agribisnis serta peternakan.</p> Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur id-ID Jurnal Pertanian Terpadu 2354-7251 <p>&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Lisensi Creative Commons"></a><br>Ciptaan disebarluaskan di bawah <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional</a>. Pemegang <a title="hak cipta" href="http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/Copyright">hak cipta</a> adalah penulis sesuai dengan <a title="hak cipta" href="http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/Copyright">ketentuan</a> yang berlaku.</p> <p>&nbsp;</p> Pengaruh Pemupukan Lewat Daun dan Waktu Defoliasi pada Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Varietas NASA 29 http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/324 <p>Upaya yang dapat dilakukan dalam peningkatan produksi jagung dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul, defoliasi dan pemupukan yang berimbang<strong>. </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan lewat daun (foliar) dan pemangkasan daun tanaman jagung (defoliasi) terhadap pertumbuhan dan hasil jagung hibrida NASA 29. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Samboja, Desa Bukit Raya, Kec. Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada bulan April-Juli 2020. Bahan tanam yang digunakan adalah jagung hibrida NASA 29, pupuk KNO<sub>3</sub>, Gandasil D dan MKP. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 (tiga) ulangan. Faktor pertama jenis pupuk yang diaplikasikan lewat daun (foliar) yang terdiri dari 3 taraf yaitu P1 (pupuk gandasil), P2 (pupuk MKP) dan P3 (pupuk Rosasol). Faktor kedua adalah waktu defoliasi yang terdiri dari 3 taraf yaitu D1 (75 HST), D2 (82 HST) dan D3 (90 HST). Data hasil pengamatan dianalisa dengan analisis ragam dengan uji F pada α = 5%. Bila terdapat beda nyata, dilanjutkan dengan uji BNJ pada α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis pupuk lewat daun dan defoliasi beserta interaksi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, panjang dan lebar daun, diameter batang, tinggi letak tongkol, panjang tongkol dan diameter tongkol. Perlakuan pupuk P3 dan defoliasi D2 memberikan hasil terbaik pada berat tongkol dan berat biji kering pipil.</p> Asep Pebriandi Sulhan Sulhan Darniaty Danial ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-04-18 2022-04-18 10 1 1 11 10.36084/jpt..v10i1.324 Kombinasi Tulang Ikan, Kepala Udang dan Bonggol Pisang untuk Meningkatkan Kualitas MOL Sebagai Aktivator Pengomposan http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/381 <p>Pertanian konvensional merupakan pertanian yang menggantungkan input produksi dari bahan-bahan kimia, karena praktis dan cepat memberikan hasil panen yang tinggi, tetapi berdampak negatif pada lingkungan seperti kesehatan manusia serta ekosistem. Oleh karena itu perlu terobosan teknologi baru menggunakan produk organik yang memanfaatkan limbah pertanian yang tidak bermanfaat dan mencemari lingkungan untuk dijadikan produk bermanfaat serta memiliki nilai jual yaitu kompos. Memanfaatkan limbah tulang ikan, kepala udang dan bonggol pisang untuk dibuat mikroorganisme lokal (MOL) sebagai aktivator dalam pembuatan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada hari ke berapa kompos jadi, menganalisis sifat fisik dan kimia kompos, dan mengetahui kualitas kompos hasil penelitian dengan membandingkan standar Permentan No. 70/Permentan/SR.140/10/2011. Penelitian ini berlangsung selama 4 bulan, mulai Agustus hingga November 2021 yang terdiri dari survei lokasi, persiapan, pembuatan MOL dan kompos serta analisis unsur hara yang dilaksanakan di tempat terpisah yaitu di Laboratorium Produksi (pembuatan MOL dan kompos) dan di Laboratorium Ilmu Tanah (analisis kimia kompos). Lama pengomposan hingga jadi memerlukan waktu 23 hari dengan ciri-ciri teksturnya hambur, bentuk hancur, warna kompos hitam, tidak berbau dan suhu stabil yaitu mendekati suhu ruang. Kualitas kompos hasil penelitian berdasarkan standar Permentan No. 70/Permentan/SR.140/10/2011 untuk pH H<sub>2</sub>O, C Organik, dan C/N sudah sesuai standar, sedangkan untuk kandungan N, P dan K belum sesuai standar.</p> Sri Ngapiyatun Humairo Aziza Arief Rahman Joko Triyono Wartomo Wartomo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-04-18 2022-04-18 10 1 12 23 10.36084/jpt..v10i1.381 Inventarisasi Hama dan Musuh Alami pada Tanaman Padi di Kecamatan Pulau Laut Timur http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/379 <p>Hama merupakan hewan yang&nbsp; menyebabkan kerusakan pada tanaman dan dapat berperan sebagai vektor penyakit. Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) merupakan konsep yang tepat dalam mengendalikan hama. Pemantauan lahan secara rutin merupakan hal penting untuk memperhatikan perkembangan populasi hama, musuh alami, dan lingkungan suatu lahan. Sehingga, pengambilan keputusan dalam mengendalikan hama dapat terlaksana secara tepat dan cepat. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis serangga hama dan musuh alami yang terdapat pada tanaman padi di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Penentuan sampel tanaman dilakukan dengan metode diagonal yang berjumlah 10 sampel tanaman. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan secara langsung (<em>visual</em>). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serangga hama yang ditemukan di pertanaman padi sebanyak 8 jenis serangga hama dengan rata-rata populasi tertinggi terdapat pada hama Wereng Batang Coklat 0,313 ekor per tiga varietas dan Hama Putih Palsu 0,166 ekor per tiga varietas. Rata-rata populasi hama yang ditemukan berbeda pada setiap varietas padi. Varietas padi dengan serangan hama terendah adalah varietas Nutri Zinc, varietas dengan serangan hama tertinggi adalah varietas Inpari 32, dan varietas dengan serangan hama tertinggi kedua adalah varietas Inpara 2. Sedangkan, musuh alami yang ditemukan di pertanaman padi sebanyak 13 jenis.</p> Ismi Octaviani Silvi Ikawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-05-17 2022-05-17 10 1 24 36 10.36084/jpt..v10i1.379 Seleksi Kegenjahan dan Hasil Tinggi pada Ciplukan (Physalis angulata L.) Berdasarkan Nilai Kemajuan Genetik http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/396 <p>Parameter genetik merupakan komponen penting dalam pengembangan tanaman ciplukan (<em>Physalis angulata</em> L.) pada program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman, heritabilitas dan kemajuan genetik serta seleksi tanaman ciplukan berdasarkan karakter kegenjahan dan hasil panen. Penelitian dilaksanakan di <em>greenhouse</em> lahan percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berada di Desa Jatimulyo, Malang dari bulan Juli hingga September 2021. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan 30 aksesi ciplukan dengan pengulangan 3 kali. Seleksi ciplukan dilakukan dengan metode statistik menggunakan uji-z dan intensitas seleksi 20% (i=1,40). Analisis ragam menunjukkan adanya perbedaan nyata untuk sebagian besar karakter agronomi ciplukan. Karakter agronomi dengan nilai KVG dan KVF tinggi yaitu jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah dengan kelobot per tanaman dan bobot buah segar per tanaman. Karakter jumlah bunga per tanaman dan waktu panen pertama memiliki nilai heritabilitas tinggi sedangkan karakter dengan nilai kemajuan genetik tinggi yaitu jumlah bunga per tanaman dan bobot buah tanpa kelobot per tanaman. Seleksi fenotipik berdasarkan karakter waktu panen dan hasil diperoleh lima aksesi terpilih yaitu, aksesi A0103, B0201, B0302, B2003 dan E0201.</p> Silvia Rizky Novita Sri Lestari Purnamaningsih Lulu Lazimatul Khairiyah Budi Waluyo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-06-03 2022-06-03 10 1 37 51 10.36084/jpt..v10i1.396 Validasi Curah Hujan Data TerraClimate dengan Data Pengamatan BMKG di Provinsi Kalimantan Barat http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/395 <p>Estimasi curah hujan memanfaatkan data hujan bentuk grid merupakan alternatif untuk memperoleh data hujan yang terbatas karena sedikitnya &nbsp;pengamatan pada wilayah yang luas. TerraClimate menyediakan data curah hujan bulanan dalam bentuk grid dengan resolusi spasial dan temporal yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi akurasi data TerraClimate dalam mengestimasi curah hujan bulanan di Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan data curah hujan TerraCLimate dan penakar hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) periode tahun 1996 - 2020 (25 tahun) pada 8 stasiun meteorologi yang tersebar di Provinsi Kalimantan Barat. Uji konsistensi data curah hujan bulanan TerraClimate dan data BMKG dilakukan menggunakan metode <em>Rescaled Adjusted Partial Sums</em> (RAPS). Akurasi data TerraClimate ditentukan menggunakan nilai <em>Mean Absolute Error</em> (MAE), <em>Root Mean Square Error</em> (RMSE), persen bias (PBIAS) dan koefisien korelasi Pearson (R). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MAE berkisar antara 58 – 106 mm, nilai RMSE antara &nbsp;93,3 – 133,8 mm, nilai PBIAS antara 0,45% – (-12,2%), dan koefisien korelasi antara 0,47 – 0,71. Nilai rerata PBIAS diperoleh 1,89% dan koefisien korelasi data TerraClimate secara keseluruhan 0,62 yang menunjukkan data TerraClimate mempunyai akurasi sangat baik dengan tingkat korelasi yang kuat.</p> Joko Suryanto Arif Faisol ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-06-13 2022-06-13 10 1 52 63 10.36084/jpt..v10i1.395 Pengaruh Konsentrasi Fosfat dan Nitrat terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Mangrove Gunung Anyar, Surabaya http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/400 <p>Sungai Gunung Anyar Surabaya digunakan untuk pembuangan limbah rumah tangga karena terdapat pemukiman padat penduduk di sepanjang alirannya. Selain itu, terdapat tambak-tambak yang membuang sisa pakan dan sisa metabolisme ke Sungai Gunung Anyar. Limbah yang mengandung unsur hara seperti nitrat dan fosfat akan dimanfaatkan oleh fitoplankton untuk pertumbuhannya. Masuknya bahan organik nitrat dan fosfat, ke muara dapat mempengaruhi kualitas air yang berpengaruh pada keberadaan fitoplankton. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan konsentrasi nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton di Perairan Mangrove Gunung Anyar, Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada pertengahan bulan Oktober sampai Desember 2021. Pengambilan sampel dilakukan pada sembilan stasiun dengan metode pengambilan fitoplankton secara horizontal. Analisis fitoplankton menggunakan <em>Sedgwick Rafter Counter Cell</em> (SRCC). Sampel air digunakan untuk menganalisis nitrat dan fosfat yang selanjutnya dianalisis menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis. Analisa data meliputi densitas absolut fitoplankton, indeks keanekaragaman fitoplankton, serta uji regresi untuk mengetahui hubungan nitrat dan fosfat dengan fitoplankton. Konsentrasi nitrat tergolong oligotrofik sedangkan konsentrasi fosfat tergolong mesotrofik. Kelimpahan fitoplankton termasuk dalam kategori oligotrofik. Indeks keanekaragaman (H’) termasuk dalam kategori sedang. Hubungan antara nitrat terhadap kelimpahan fitoplankton menunjukkan (r) memiliki korelasi lemah, sedangkan hubungan antara fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton menunjukkan (r) memiliki korelasi cukup.</p> Nirmalasari Idha Wijaya Aprilyas Kusuma Amalia Sari Mahmiah Mahmiah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-06-13 2022-06-13 10 1 64 77 10.36084/jpt..v10i1.400 Identifikasi Moraceae di Kebun dan Hutan Pendidikan STIPER Kecamatan Karangan Kabupaten Kutai Timur http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/353 <p>Famili Moraceae secara umum memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai sumber makanan, bahan bangunan, bahan untuk peralatan dan obat-obatan. Secara ekologis Moraceae memiliki manfaat sebagai penghasil oksigen, pakan satwa, tempat tinggal satwa, konservasi tanah dan lain-lain. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis Moraceae yang ada di Kebun dan Hutan Pendidikan STIPER Kecamatan Karangan Kabupaten Kutai Timur. Penelitian dilaksanakan selama 6 (enam) bulan efektif yaitu dari bulan November 2017 sampai bulan April 2018. Kegiatan penelitian ini meliputi studi literatur, orientasi lapangan, pengambilan data, analisa dan pengolahan data. Metode yang digunakan adalah metode survei, observasi, koleksi langsung di lapangan dilanjutkan mengidentifikasi dari daun, batang, ranting dan buah disetiap jenis Moraceae. Analisis data dilakukan secara exploratif yaitu menjelajah kawasan penelitian untuk mencari jenis-jenis Moraceae yang ada dikawasan penelitian. Secara diskriptif, yaitu pengambilan data dilakukan dengan mendeskripsikan gambaran morfologinya atau menggambarkan sesuai ciri-ciri bagian-bagian tumbuhan tersebut dan identifikasi yaitu mencari nama, koleksinya berdasarkan tata nama yang ada sesuai dengan literatur-literatur. Berdasarkan hasil eksplorasi dan identifikasi yang dilakukan diperoleh 16 jenis tumbuhan anggota <em>Moraceae</em>, yaitu : <em>Artocarpus elasticus, Artocarpus anisophyllus, Artocarpus nitidus, Ficus lowii, Ficus villosa, Ficus subtecta, Ficus apiocarpa, Ficus midotis, Ficus variegate, Ficus uncinata, Ficus schwarzii, Ficus crassiramea, Ficus consociate, Ficus qlandulifera, Ficus lepicarpa, Streblus macrophyllus</em>. Tumbuhan yang paling banyak ditemukan adalah dari <em>Genus</em><em> ficus</em>.</p> Mufti Perwira Putra Wandi Wandi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-06-20 2022-06-20 10 1 78 92 10.36084/jpt..v10i1.353 Aplikasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Organik Perkotaan pada Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/403 <p>Limbah organik perkotaan jumlahnya semakin meningkat dapat menganggu kesehatan dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Pemrosesan limbah organik sebagai pupuk organik dapat menjadi salah satu solusi permasalahan limbah. Penelitian bertujuan memanfaatkan pupuk organik cair dari limbah organik perkotaan untuk budidaya tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di laboratorium dan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mulai bulan April 2020 sampai Agustus 2021. Percobaan faktorial dengan perlakuan faktor 1 adalah bahan baku pembuatan&nbsp; Pupuk Organik Cair (POC) yang terdiri dari 7 level yaitu P1 =&nbsp; POC campuran&nbsp; 6 bahan jenis limbah, P2 = POC dari limbah sayuran, P3 = POC dari limbah buah, P4 = POC dari limbah kecambah, P5 = POC dari limbah makanan, P6 = POC dari limbah ikan lele, dan P7 = POC dari limbah darah sapi. Perlakuan faktor 2 adalah konsentrasi larutan POC yang terdiri K1 = 4%, K2 = 8%, dan K3 = 12%. Percobaan dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan baku dan konsentrasi pupuk organik cair tidak berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan (panjang tanaman dan jumlah daun) serta hasil tanaman bawang merah (berat panen dan berat konsumsi). Jenis bahan baku pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap rendemen (berat kering konsumsi dibanding berat panen), yaitu pupuk organik cair dari limbah ikan, darah sapi dan campuran 6 bahan menunjukkan rendemen yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan baku sayuran, buah, kecambah dan limbah makanan (catering).</p> Dwi Haryanta Tatuk Tojibatus Sa’adah Moch. Thohiron Indarwati Indarwati Dian Fitri Permatasari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-06-21 2022-06-21 10 1 93 105 10.36084/jpt..v10i1.403