Studi Analisis Stabilitas Statis Kapal Longline Di Kalimantan Selatan

  • Rosdianto Rosdianto Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
Tradisional, kapal ikan, kapal longline.

Abstrak

Kapal ikan yang juga lazim dikenal dengan kapal penangkapan ikan, telah lama digunakan untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut.  Pada masa dahulu belum ada kapal perikanan  berukuran besar hanya ada berukuran kecil saja, kapal-kapal yang dibangun secara tradisional ini dibangun tanpa gambar-gambar desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji aspek-aspek apa saja yang sebaliknya disempurnakan guna mendapatkan kapal perikanan yang baik dan membangun rehabilitasi kapal-kapal tradisional maupun sistem desain kapal perikanan di Propinsi Kalimantan Selatan, hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan acuan untuk desain-desain kapal dalam rangka pengembangan kapal ikan di Indonesia dan sebagai bahan instansi-instansi terkait yang berminat terhadap pembangunan industri perkapalan. Penelitian dilaksanakan didua tempat yaitu : desa Pagaruyung dan Batulicin kota Baru Propinsi Kalimantan Selatan.  Analisis data dilakukan dengan perhitungan-perhitungan naval architekcture untuk memperoleh parameter-parameter hidrostatis dan Program PGZ untuk melihat stabilitas dari kapal-kapal ikan  yang diuji sampai ketinggian gelombang 4 m dan dihitung luasan dari PGZ sampai memenuhi nilai standar  dari IMO. Hasil perhitungan dari kapal longline yang diteliti belum memenuhi nila patokan yang dikeluarkan oleh Inamura (1982), sehingga didapatkan desain yang tidak sesuaii dari nilai patokan yang ada, ini terlihat dari nilai perbandingan utama (L/B, L/D dan B/D) dan nilai coefficient of fineness. Hasil perhitungan terhadap empat kondisi gelombang dengan program PGZ menunjukan (nilai luasan A, B, C); GZ Max (D, E) dan tinggi metasenter (F) bahwa  Stabilitas dari kapal longline baik statis maupun dinamis sangat baik ditunjukan oleh nilai righting arm (GZ) yang seluruhnya positif dan berada diatas minimal nilai acuan dari IMO meskipun tinggi gelombang diformulasikan sampai    (H) = 4 m. Variasi dari nilai-nilai KG (3.0 m, 3.10 m, 3.20 m, 3.30 m, 3.40 m, 3.50 m, 3.60 m, 3.70 m dan 3.40 m) pada kapal longline, terlihat jelas semakin tinggi nilai dari KG maka semakin rendah nilai GM suatu kapal.

Download

Belum ada
Diterbitkan online sejak
30-04-2017
Rekomendasi Sitasi
Rosdianto, R. (2017). Studi Analisis Stabilitas Statis Kapal Longline Di Kalimantan Selatan. Jurnal Pertanian Terpadu, 1(2), 1-22. Diambil dari http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/46