Struktur dan Komposisi Hutan di Kawasan Karst Temeang

  • Arbain Arbain Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur, Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur.
  • Sugiarto Sugiarto Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur, Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur.
  • Titis Hutama Syah Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur, Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Analisis Vegetasi, Hutan karst, Kawasan Karst Temeang, Petak Ukur Permanen, Suksesi hutan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi di kawasan hutan karst Temeang, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur. Metode yang digunakan adalah membuat petak ukur dengan luas 1 ha, yang dibagi menjadi 25 petak ukur berukuran 20x20m, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Nilai penting, Kerapatan, dan frekuensi tertinggi terdapat pada  jenis Pterospermum javanicum. Jenis tersebut merupakan jenis yang mudah tumbuh dengan sebaran yang luas. Dominansi tertinggi terdapat pada jenis Shorea guiso, yang memiliki diameter batang yang besar-besar. Strata tajuk tersusun berlapis, dari lapisan atas sampai lapisan bawah yang terdiri dari tumbuhan bawah hingga pohon-pohon yang tinggi. Masih terdapatnya bagian-bagian tajuk yang terbuka menunjukkan bahwa perlu adanya campur tangan manusia untuk mempercepat suksesi.

Download

Belum ada

Referensi

Addelinetina, R. R., Dewantara, I., & Manurung, T. F. (2019) Keterbukaan Tajuk Akibat Kegiatan Pemanenan Dengan Teknik Reduced Impact Logging Dalam Pengelolaan Hutan Alam (Studi Kasus Pada Petak Tebangan L37 RKT 2015 IUPHHK–HA PT. Batasan Camp Tontang). Jurnal Hutan Lestari, 7(3).
Adji, T. N., & Haryono, E. (2017). Kawasan Karst dan Prospek Pengembangannya Di Indonesia. https://doi.org/10.31227/osf.io/ykt3f
Alonzo, D. Z. (1997). Diospyros L. Dalam Lemmens, R. H. M. J., Soerianegara, I., & Wong, W. C. (eds.). Plant Resources of South-East Asia: No. 5 (2). Bogor: Prosea. hal: 185
Argent, G., A. Saridan, E.J.F. Campbell, & P. Wilkie. (1987). Manual of the Larger and More Important Non Dipterocarp Trees of Central Kalimantan, Indonesia, vol. (2). Samarinda: Forest Research Institute.
Cahyadi, A. (2017). Pengelolaan Kawasan Karst dan Peranannya dalam Siklus Karbon di Indonesia. https://doi.org/10.31227/osf.io/8gh6d
Harja, D. and Vincént, G. (2008). Spatially Explicit Individual-based Forest Simulator - User Guide and Software. World Agroforestry Centre (ICRAF) and Institut de Recherche pour le Développement (IRD).
Haryono, E., & Adji, T. N. (2017). Geomorfologi dan Hidrologi Karst. https://doi.org/10.31227/osf.io/7jtgx
Hashimoto, T., Tange, T., Masumori, M., Yagi, H., Sasaki, S., & Kojima, K. (2004). Allometric equations for pioneer tree species and estimation of the aboveground biomass of a tropical secondary forest in East Kalimantan. Tropics, 14(1), 123-130.
Indriyanto. (2006). Ekologi Hutan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
ITTO. (2019, Oktober 30). Bayur (Pterospermum javanicum). Diambil kembali dari ITTO Lesser Used Species: http://www.tropicaltimber.info/specie/bayur-pterospermum-javanicum/
Khou, E., Luu, H.T., Pooma, R., Newman, M.F. & Barstow, M. (2017). Shorea guiso. The IUCN Red List of Threatened Species 2017: e.T33114A2832842. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T33114A2832842.en. Downloaded on 10 September 2019.
Kochummen, K. M. (1972). Sterculiaceae. Dalam T. C. Whitmore, (ed.), Tree flora of Malaya, vol. 2, 353–382. Longman.
Martawijaya, A., Kartasujana, I., Mandang, Y. I., Prawira, S. A., & Kadir, K. (1989). Atlas Kayu Indonesia jilid II. Badan Litbang Kehutanan Indonesia. Bogor.
Muller-Dombois, D. & Ellenbeg, H. (1974). Aim and Methods of Vegetation Ecology. New York:John Willey and Sons.
Ng, F.S.P. (2002). Ebenaceae. Dalam Tree Flora of Sabah and Sarawak, volume 4. Soepadmo, E., Saw, L. G., & Chung, R. C. K. (eds). Forest Research Institute Malaysia, Sabah Forestry Department, and Sarawak Forestry Department, Ampang Press Sdn. Bhd., Kuala Lumpur, Malaysia. hal: 29-100.
Rehulina, R., Purwoko, A., & Latifah, S. (2014). Komposisi dan Stratifikasi Vegetasi Pohon di Hutan Pendidikan Universitas Sumatera Utara, Tongkoh, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Peronema Forestry Science Journal, 3(2).
Riyanto, B. N., Palenewan, H. J., Suwondo, D., Jan, R., & Petrus, K. M. (1985). Ekologi Dasar 2. Ujung pandang: Badan Kerjasama perguruan tinggi negeri Indonesia bagian timur.
Susanto, H. (2016). Potret dan Rencana Pengelolaan Ekosistem Karst. Balikpapan: Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Wahyuni, S., & Kartikawati, S. M. (2017) Identifikasi Pohon Penghasil Buah Pada Kawasan Hutan Lindung Gunung Pemancing-Gunung Ambawang Bukit Bendera Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Hutan Lestari, 5(2).
Diterbitkan sejak
18-12-2019
Rekomendasi Sitasi
Arbain, A., Sugiarto, S., & Syah, T. (2019). Struktur dan Komposisi Hutan di Kawasan Karst Temeang. Jurnal Pertanian Terpadu, 7(2), 173-182. https://doi.org/10.36084/jpt.v7i2.197