Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Konservasi Hutan Wehea Di Kabupaten Kutai Timur

  • Jerlita Kadang Allo
partisipasi, masyarakat lokal, konservasi, hutan wehea.

Abstrak

Partisipasi masyarakat lokal menentukan keberhasilan program-program konservasi, tidak terkecuali pada hutan wehea yang secara tidak resmi statusnya adalah hutan konservasi. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fungsi, intensitas partisipasi, masyarakat lokal dalam konservasi hutan wehea. Penelitian ini dilaksanakan di tiga desa sekitar kawasan hutan wehea, yaitu Miau Baru, Makmur Jaya, dan Nehas Liah Bing. Penelitian dilakukan dengan cara memilih beberapa responden secara purposive sampling untuk di wawancarai, terdiri atas pemuda, wanita, kepala keluarga, lembaga konservasi, informan kunci, dan para stakeholder (institusi pemerintah) yang terkait kepentingannya terhadap hutan wehea. Metode analisa data yang digunakan adalah participation-empowerment index. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat sekitar kawasan konservasi hutan wehea masuk dalam kategori sangat tidak aktif karena pengelolaan hutan wehea secara keseluruhan ditangani oleh BP-HULIWA, serta kurang melibatkan masyarakat sekitarnya, khususnya masyarakat Miau Baru dan Makmur Jaya.

Download

Belum ada
Diterbitkan sejak
01-06-2015
Rekomendasi Sitasi
Allo, J. (2015). Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Konservasi Hutan Wehea Di Kabupaten Kutai Timur. Jurnal Pertanian Terpadu, 3(1), 154-174. Diambil dari https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/96