Jurnal Pertanian Terpadu https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt <p>Jurnal Pertanian Terpadu memuat hasil penelitian bidang pertanian dalam skala luas yang mencakup bidang agroteknologi, kehutanan, kelautan, perikanan, agribisnis serta peternakan.</p> Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur id-ID Jurnal Pertanian Terpadu 2354-7251 <p>&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Lisensi Creative Commons"></a><br>Ciptaan disebarluaskan di bawah <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional</a>. Pemegang <a title="hak cipta" href="http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/Copyright">hak cipta</a> adalah penulis sesuai dengan <a title="hak cipta" href="http://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/Copyright">ketentuan</a> yang berlaku.</p> <p>&nbsp;</p> Profil dan Kinerja Usaha Olahan Perikanan di Kelurahan Sarijaya Kecamatan Sanga Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/307 <p>Usaha pengolahan hasil perikanan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan dan menambah nilai tambah terhadap produk hasil perikanan. Kegiatan yang banyak melibatkan masyarakat terutama ibu-ibu yang potensial untuk diberdayakan. Kegiatan pengolahan hasil perikanan, terutama olahan amplang di Kecamatan Sanga Sanga, khususnya Kelurahan Sari Jaya sudah cukup lama berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil usaha dan kinerja usaha secara finansial serta mengetahui titik impas produksi. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan wawancara dengan pelaku usaha. Pengambilan sampel dengan metode sensus dan data dianalisis secara deskriptif dan finansial. Hasil penelitian, menunjukan bahwa profil usaha adalah skala rumah tangga, teknologi sederhana, tenaga kerja keluarga dan sudah memiliki&nbsp; izin usaha (P-IRT). Hasil analisis finansial nahwa nilai imbangan penerimaan dan biaya sebesar 2,19, berarti secara finansial usaha ini menguntungan dan prospek untuk dikembangkan. Hasil analisis titik impas produksi sebesar 118 kg per bulan, sedangkan produksi rata-rata aktual sebesar&nbsp; 258 kg per bulan. Titik impas harga berada pada tingkat 45.697 kg. Adapun saran perlunya pendampingan yang intensif oleh instansi teknis terutama tenaga penyuluh lapangan sehingga dapat&nbsp; meningkatkan kualitas produksi dan program kemitraan guna perluasan segmentasi pasar.</p> Gusti Haqiqiansyah Eko Sugiharto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2021-06-02 2021-06-02 9 1 1 12 10.36084/jpt..v9i1.307 Analisis Kelayakan Usahatani Bawang Merah (Allium cepa l.) di Kelurahan Gunung Tabur Kecamatan Gunung Tabur Kabupaten Berau https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/299 <p>Kabupaten Berau merupakan salah satu kawasan penyangga pangan yang dipersiapkan untuk ibu kota baru Republik Indonesia. Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Berau telah diusahakan sejak tahun 2014 dengan lokasi tanam terluas di Kecamatan Gunung Tabur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usahatani bawang merah di Kelurahan Gunung Tabur Kecamatan Gunung Tabur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penentuan sampel menggunakan sampling jenuh sebanyak 8 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah layak diusahakan. Kelayakan usahatani dengan rata-rata luas tanam 0,23 ha ditunjukkan dengan nilai R/C ratio 2,12 &gt; 1, produktivitas modal 112% &gt; suku bunga bank 0,82%, produktivitas tenaga kerja Rp780.205,00/HOK &gt; upah minimum kabupaten Rp156.049,80/HOK, Produksi 1.219 kg &gt; BEP Produksi 38,92 kg, Penerimaan Rp35.015.625,00 &gt; BEP Penerimaan Rp1.016.864,00, Harga Jual Rp28.375/kg &gt; BEP Harga Rp13.555,00/kg.</p> Mirza Puspita Widiasari Indah Puspita Sari Midiansyah Effendi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2021-06-02 2021-06-02 9 1 13 25 10.36084/jpt..v9i1.299 Pengaruh Ragam Sumber Silika Terhadap Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman Padi Terinfeksi Rhizoctonia solani https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/297 <p>Silika diketahui dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap adanya infeksi patogen. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai sumber silika dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman padi terhadap <em>R. Solani</em>. Sumber silika terdiri atas kontrol (tanpa sumber silika), abu sekam padi, abu jerami padi, pasir silika, dan silika hidrofilik (SiO<sub>2</sub>). Variabel yang diamati terdiri atas komponen pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang akar, bobot segar akar), komponen patosistem (masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, AUDPC), serta komponen biokimiawi dan struktural (kandungan saponin, kandungan tannin, kandungan fenol total, tebal epidermis, kerapatan stomata). Hasil penelitian menunjukkan pemberian silika dari beberapa bahan dengan dosis 961,8 Kg/ha belum mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, namun mampu mendukung perkembangan akar dan daun. Sementara itu, pemberian silika dari beberapa bahan mampu meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap patogen <em>R. solani</em>, meskipun demikian silika tidak mampu menekan masa inkubasi. Abu jerami padi mampu meningkatkan berbagai macam variabel pertumbuhan seperti jumlah daun, panjang akar, bobot segar akar serta mampu meningkatkan kandungan senyawa fenolik dan ketebalan epidermis daun padi, namun belum mampu menekan patogen <em>R. solani. </em>SiO<sub>2</sub> mampu menekan perkembangan penyakit hawar pelepah, yaitu mampu menekan masa inkubasi hingga 5,5 hari, laju infeksi yang rendah sebesar 0,0418/hari, dan intensitas penyakit yang tergolong rendah yaitu 9,26%.</p> Woro Sri Suharti Juvri Bahtiar Kharisun Kharisun ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2021-06-04 2021-06-04 9 1 26 39 10.36084/jpt..v9i1.297 Optimalisasi Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum, L) dengan Pupuk Organik Cair dari Daun Kelor (Moringa oleifera) https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/306 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil umbi bawang merah (<em>Allium ascalonicum</em>, L) dengan memberikan penambahan pupuk organik cair dari ekstraksi daun kelor serta untuk mengetahui respon tanaman terhadap konsentrasi pemberian pupuk organik cair ekstraksi daun kelor yang diberikan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dua faktor. Faktor pertama yaitu teknik penyaringan ekstraksi daun kelor (disaring dengan kain kasa, disaring dengan kertas saring standard kelas 4, dan disaring dengan kertas saring whatman kelas 1). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk cair organik dari ekstrak daun kelor (0%, 5%, 10%, dan 15%). Data dianalisis dengan sidik ragam pada jenjang nyata 5% dan 1%, dan diuji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Berdasarkan F hitung, perlakuan konsentrasi pemberian pupuk organik cair lebih besar dari F tabel 5% untuk parameter-parameter: tinggi tanaman, berat umbi per tanaman, berat umbi per petak dan berat brangkasan segar. Perlakuan teknik penyaringan ekstrak daun kelor lebih besar dari F tabel 5% untuk parameter-parameter pengamatan: tinggi tanaman, berat umbi per tanaman, jumlah umbi per petak, dan berat brangkasan segar. Perlakuan penyaringan ekstrak daun kelor dengan menggunakan kertas saring standard kelas 4 memberikan hasil terbaik, dan konsentrasi pemberian pupuk organik cair ekstraksi daun kelor yang terbaik adalah 5%.</p> Mohamad Ihsan Srie Juli Rachmawati Khoirul Anwar Tri Rahayu ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2021-06-05 2021-06-05 9 1 40 52 10.36084/jpt..v9i1.306 Limbah Cair Industri Tahu dan Dampaknya Terhadap Kualitas Air dan Biota Perairan https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/312 <p>Limbah cair industri tahu akan berpengaruh terhadap badan air apabila langsung dibuang tanpa dilakukan pengelolaan terlebih dahulu, dan menyebabkan masalah terhadap kualitas air dan kehidupan biota akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak konsentrasi limbah cair industri tahu terhadap kualitas air, pola renang dan tingkah laku ikan. Penelitian dilakukan dengan uji coba di Laboratorium menggunakan akuarium dan dianalisis secara deskriptif. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah limbah cair tahu dengan konsentrasi 0%; 0,4%; 0,6%; 0,8%; 1,0% dan 1,2% dari volume air 10 liter. Setiap akuarium diisi ikan sebanyak 24 ekor dengan ukuran 4-5 cm. Metode Pengamatan dilakukan selama 96 jam. Hasil pengukuran kualitas air pH, DO, CO<sub>2</sub>, COD, TSS dan H<sub>2</sub>S melebihi standar baku mutu, sedangkan suhu, BOD<sub>5</sub> dan amoniak masih dibawah standar baku mutu. Tingkah laku ikan bergerak menghindari limbah, perilaku bergerombol sedangkan pola renang ikan berenang dipermukaan, berenang tidak beraturan, pola renang berubah dengan posisi berdiri. Konsentrasi limbah cair tahu 0,4%; 0,6%; 8%; 1,0% dan 1,2% berpengaruh terhadap pola renang dan tingkah laku ikan.</p> Henny Pagoray Sulistyawati Sulistyawati Fitriyani Fitriyani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2021-06-06 2021-06-06 9 1 53 65 10.36084/jpt..v9i1.312 Peran Penyuluh Pertanian Lapangan Terhadap Tingkat Kepuasan Petani di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Barong Tongkok https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/309 <p>Kepuasan petani terhadap peran penyuluh pertanian seringkali bertolak belakang, terkadang penyuluh sudah maksimal, tetapi belum mampu memberikan kepuasan kepada petani. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan petani, mengetahui peran penyuluh dan mengetahui upaya-upaya yang dilakukan penyuluh di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini dilaksakan dari bulan Juli sampai September 2020. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara <em>purposive</em> di Kampung Geleo Asa dan Geleo Baru bertepatan dengan wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Barong Tongkok. Penentuan responden dilakukan dengan metode <em>purposive sampling </em>dengan jumlah responden sebanyak 33 jiwa. Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terhadap tingkat kepuasan petani diukur menggunakan <em>Skala Likert. </em>Serta mengetahui upaya-upaya peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) terhadap tingkat kepuasan petani dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan petani di Wilayah Kerja BPP Barong Tongkok termasuk dalam kategori memuaskan dengan skor rata-rata 45,67 dan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) termasuk dalam kategori berperan dengan skor rata-rata 74,26. Hasil dari upaya-upaya yang dilakukan<br> menunjukkan bahwa adanya upaya-upaya untuk meningkatkan kepuasan petani, penyuluh membantu petani dalam memberikan bantuan baik dalam bentuk pupuk kandang, pestisida, insektisida, bibit bervarietas unggul serta alat-alat pertanian yang sangat bermanfaat bagi petani.</p> Midiansyah Effendi Firda Juita Veronika Elkana ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2021-06-09 2021-06-09 9 1 66 80 10.36084/jpt..v9i1.309 Respons Tanaman Bawang Merah Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Air Kelapa dan Mikroorganisme Lokal Bonggol Pisang https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/313 <p>Bawang merah (<em>Allium ascalonicum </em>L.) adalah tanaman rempah yang penting bagi masyarakat Indonesia. Air kelapa dan bonggol pisang diharapkan mampu dijadikan alternatif untuk meningkatkan produksi tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman bawang merah terhadap pemberian air kelapa dan MOL bonggol pisang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2020 di Padasuka, Bandung, Jawa Barat 6°53’14.5104” LS dan 107°39’13.0572” BT dengan ketinggian tempat 722 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah air kelapa yang terdiri dari 4 taraf (a<sub>0</sub> = kontrol, a<sub>1</sub> = 25%, a<sub>2</sub> = 50%, dan a<sub>3</sub> = 75%). Faktor kedua adalah MOL bonggol pisang yang terdiri dari 3 taraf perlakuan (m<sub>0</sub> = kontrol, m<sub>1</sub> = 40 mL tanaman<sup>-1</sup>, m<sub>2</sub> = 80 mL tanaman<sup>-1</sup>). Uji lanjut yang digunakan adalah uji DMRT 5% (Duncan’s multiple range test). Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara air kelapa dan MOL bonggol pisang terhadap tinggi tanaman usia 3 MST dan 4 MST, namun tidak memberikan pengaruh secara mandiri atau interaksi terhadap tinggi tanaman setelah 4 MST, jumlah daun, jumlah anakan, dan jumlah umbi hingga akhir pengamatan. Perlu memperhatikan waktu penyimpanan Pupuk Organik Cair (POC) MOL bonggol pisang karena dapat mempengaruhi unsur hara didalamnya.</p> Khalida Firda Zanatia Cecep Hidayat Esty Puri Utami ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2021-06-09 2021-06-09 9 1 81 94 10.36084/jpt..v9i1.313 Pengaruh Campuran NPK Phonska dan Pupuk Organik Cair Hantu Terhadap Produksi Pakcoy Sistem Hidroponik Media Padat https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/310 <p>Sistem hidroponik sudah banyak dimanfaatkan masyarakat terutama di lahan sempit seperti di pekarangan rumah. Akhir-akhir ini masyarakat mencoba membuat nutrisi sendiri karena mahalnya pupuk khusus hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui campuran NPK Phonska dan Pupuk Organik Cair (POC) Hantu dalam bentuk larutan yang tepat untuk meningkatkan produksi pakcoy dengan sistem hidroponik menggunakn media padat berupa campuran <em>cocopeat</em> dan pasir. Penelitian telah dilaksanakan di <em>Screen House</em> Balai Pelatihan Pertanian Jambi selama 3 bulan (dari bulan November 2019). Metode penelitian menggunakan &nbsp;Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu A (AB Mix nutrisi sebagai kontrol), B (1 kg NPK Phonska/200 L air + 2 mL L<sup>-1</sup> POC Hantu), C (1,5 kg NPK Phonska/200 L air + 2 mL L<sup>-1</sup> POC Hantu), dan D (2 kg NPK Phonska/200 L air + 2 mL L<sup>-1</sup> POC Hantu) dengan tinggi genangan nutrisi pada saat diaplikasikan yaitu 5 cm dan 10 cm. Penelitian ini diulang sebanyak 6 kali sehingga diperoleh 24 satuan penelitian dengan jumlah seluruhnya adalah 48 satuan penelitian. Bagian dari tanaman yang diamati adalah tinggi tanaman dan produksi. Hasil akhir menunjukkan total produksi pakcoy yang diberi perlakuan B lebih tinggi yaitu mencapai 317,67 g pot<sup>-1 </sup>(tinggi genangan 5 cm) dan 184 g pot<sup>-1</sup> (tinggi genangan 10 cm).</p> Lilian Safitri Hendri Yandri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2021-06-18 2021-06-18 9 1 95 104 10.36084/jpt..v9i1.310