Bioekologi Potensi Pemanfaatan Cendawan Beauveria bassiana di Lahan Pertanaman Kacang Panjang dan Bawang Merah dalam Mengendalikan Hama Terinventarisasi

  • Dimas Ganda Permana Putra Universitas Mayjen Sungkono
  • Zenita Afifah Fitriyani University Mayjen Sungkono
  • Mega Darmi Novita Universitas Mayjen Sungkono
  • Sri Purwanti Universitas Mayjen Sungkono
Bawang Merah, Biopestisida, Kacang Panjang.

Abstrak

Biopestisida berbasis cendawan entomopatogen Beauveria bassiana memiliki potensi besar sebagai alternatif pengendalian hama ramah lingkungan yang sekaligus mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi B. bassiana terhadap pertumbuhan kacang panjang (Vigna unguiculata sesquipedalis) dan bawang merah (Allium ascalonicum) serta mengidentifikasi serangga hama yang terinfeksi di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto pada Juni–September 2025 dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor menggunakan empat taraf perlakuan konsentrasi B. bassiana (A0 = kontrol, A1 = 10⁶ spora L⁻¹, A2 = 10⁷ spora L⁻¹, A3 = 10⁸ spora L⁻¹) dan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 14, 21, 35, dan 42 HST. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan adanya pengaruh nyata antarperlakuan terhadap pertumbuhan vegetatif. Pada kacang panjang, perlakuan A2 dan A3 memberikan rata-rata tinggi tanaman tertinggi, masing-masing 340,05 cm dan 344,39 cm pada 42 HST, sedangkan jumlah daun tertinggi dicapai perlakuan A2 (21,06 helai). Pada bawang merah, perlakuan A3 menunjukkan tinggi tanaman tertinggi (43,04 cm) dan jumlah daun kompetitif dengan kontrol, mengindikasikan peran B. bassiana dalam meningkatkan vigor tanaman. Inventarisasi hama menunjukkan adanya serangga terinfeksi dari ordo Coleoptera, Lepidoptera, dan Hemiptera dengan ciri khas bercak putih miselia. Temuan ini membuktikan bahwa B. bassiana tidak hanya efektif sebagai agens pengendali hayati berbagai ordo hama, tetapi juga berperan sebagai biostimulan pertumbuhan vegetatif tanaman hortikultura. Aplikasi ini dapat menjadi strategi integratif dalam pengendalian hama terpadu (PHT) sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah hulu DAS Kromong II.

Download

Belum ada

Referensi

Bayu, M.S.Y.I., Prayogo, Y. and Indiati, S.W. (2021) ‘Beauveria bassiana: Biopestisida Ramah Lingkungan dan Efektif untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman’, Buletin Palawija, 19(1), p. 41. Available at: https://doi.org/10.21082/bulpa.v19n1.2021.p41-63.
Efendi, S., Febriani, F. and Yusniwati, Y. (2020) ‘INVENTARISASI HAMA KELAPA SAWIT ( Elaeis guineensis Jacq.) PADA DAERAH ENDEMIK SERANGAN DI KABUPATEN DHARMASRAYA’, Agrifor, 19(1), p. 1. Available at: https://doi.org/10.31293/af.v19i1.4476.
Fajria, F. (2020) ‘Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Konsumen Terhadap Sayuran Organik Di Pasar Modern Purwokerto Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi’, SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 17(1), p. 40. Available at: https://doi.org/10.20961/sepa.v17i1.39863.
Fitriyani, Z.A. et al. (2024) ‘Analysis of willingness to pay in improving the quality of biopesticide products based on green economy’, 4(3), pp. 573–590.
Ginting, S. et al. (2025) ‘Morphological andMolecularCharacterizationof Entomopathogenic Fungi Beauveria spp. Bengkulu Isolate’, HAYATI Journal of Biosciences, 32(4), pp. 1103–1108. Available at: https://doi.org/10.4308/hjb.32.4.1103-1108.
Gunawan, B., Arsi, A. and Anisyatulusna, I. (2022) ‘Inventarisasi Arthropoda dan Tingkat Serangan Hama pada Teknik Budidaya Padi (Oryza sativa L.) di Desa Bumi Agung Kecamatan Lempuing’, J-Plantasimbiosa, 4(2), pp. 29–40. Available at: https://doi.org/10.25181/jplantasimbiosa.v4i2.2676.
Hatumena, J.Y. et al. (2022) ‘Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Pada Pasar Moderen Studi Kasus Di ”Foodmart Ambon” Kota Ambon’, Jurnal Agrica, 15(2), pp. 182–195. Available at: https://doi.org/10.31289/agrica.v15i2.5635.
Leal, L.J.A. et al. (2024) ‘Virulence Bioassay of Entomopathogenic Fungi against Adults of Atta mexicana under Controlled Conditions’, Applied Sciences (Switzerland), 14(7). Available at: https://doi.org/10.3390/app14073039.
Lizmah, S.F., Buchori, D. and Rizali, A. (2018) ‘Pengaruh Kompleksitas Lanskap Terhadap Keanekaragaman Serangga Penyedia Jasa Ekosistem Pada Tanaman Mentimun’, Prosiding Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI), (2018), pp. 254–258.
Madonna, S. (2022) ‘Tinjauan Singkat Bio-Elektrokinetik Remediasi Pada Tanah Tercemar Hidrokarbon Minyak Bumi’, Jurnal Reka Lingkungan, 10(3), pp. 175–187. Available at: https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v10i3.175-187.
Mursyid, M. et al. (2023) ‘QUANTITATIVE ANALYSIS OF PROFENOFOS PESTICIDE RESIDUES ON CABBAGE (Brassica oleracea) BY GAS CHROMATOGRAPHY METHOD’, Jambura Journal of Health Sciences and Research, 5(1), pp. 229–241. Available at: https://doi.org/10.35971/jjhsr.v5i1.17199.
Mustaniroh, S.A. et al. (2024) ‘Diseminasi Teknologi Produksi Agens Hayati sebagai Solusi Alternatif dalam Produktivitas Buah Naga’, Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI), 06(September), pp. 127–138. Available at: https://doi.org/10.20885/jamali.vol6.iss2.art6.
Nasution, M.M. et al. (2023) ‘Patogenisitas Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana terhadap Serangga Nezara viridula (L.) pada Stadia yang Berbeda (Pathogenicity of Entomopathogenic Fungus Beauveria bassiana to Insect Nezara viridula (L.) at Different Stages)’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(1), p. 2023. Available at: www.jim.usk.ac.id/JFP.
Payangan, R.Y., Gusmiaty and Restu, M. (2019) ‘Eksplorasi cendawan rizosfer pada tegakan hutan rakyat suren untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman’, Bioma: Jurnal Biologi Makassar, 4(2), pp. 153–160.
Peku Jawang, U. and Hubi Ndapamuri, M. (2023) ‘Uji Kualitas Tanah Sebagai Arahan Pengembangan Tanaman Sorgum Di Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur’, Jurnal Agro Indragiri, 9(2), pp. 36–43. Available at: https://doi.org/10.32520/jai.v9i2.2570.
Rahayu, M., Susanna, S. and Hasnah, H. (2021) ‘Potensi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin (Isolat Lokal) dalam Mengendalikan Hama Ordo Coleoptera’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(2), pp. 155–165. Available at: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i2.17183.
Ranida, P.N., Susanna, S. and Sayuthi, M. (2024) ‘Efektivitas Cendawan Beauvaria bassiana sebagai Bioinsektisida pada Rayap (Nasutitermes matangensis Haviland) di Laboratorium’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 9(1), pp. 662–670. Available at: https://doi.org/10.17969/jimfp.v9i1.27616.
Seran, A.M.D., Ngana, F.R. and Pian, M. (2022) ‘Pemetaan Wilayah Lahan Kering Menggunakan Penginderaan Jauh Di Wilayah Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang’, Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya, 7(2), pp. 42–47. Available at: https://doi.org/10.35508/fisa.v7i2.9345.
Soth, S. et al. (2022) ‘You are what you eat: fungal metabolites and host plant affect the susceptibility of diamondback moth to entomopathogenic fungi’, PeerJ, 10, pp. 1–18. Available at: https://doi.org/10.7717/peerj.14491.
Zafar, J. et al. (2024) ‘Two-Sex Life Table Analysis for Optimizing Beauveria bassiana Application against Spodoptera exigua (Hübner) (Lepidoptera: Noctuidae)’, Journal of Fungi, 10(7). Available at: https://doi.org/10.3390/jof10070469.
Diterbitkan sejak
27-06-2026
Rekomendasi Sitasi
Putra, D., Fitriyani, Z., Novita, M., & Purwanti, S. (2026). Bioekologi Potensi Pemanfaatan Cendawan Beauveria bassiana di Lahan Pertanaman Kacang Panjang dan Bawang Merah dalam Mengendalikan Hama Terinventarisasi. Jurnal Pertanian Terpadu, 14(1). https://doi.org/10.36084/jpt.v14i1.693