Analisis Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah Semi Organik dan Anorganik di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk

  • Isfia Diana Putri Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Noor Rizkiyah Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Nisa Hafi Idhoh Fitriana Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Anorganik, Bawang Merah, Budidaya, Pendapatan, Semi Organik

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini untuk menguji dan mengidentifikasi kesenjangan pendapatan antara budidaya bawang merah semi organik dan anorganik yang ada di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Penelitian dilaksanakan pada November – Desember 2024. Sampel dihitung dengan menggunakan rumus Slovin dari populasi 298 petani didapatkan 75 sampel petani yang selanjutnya data diperhitungkan ulang melalui Proportional Stratified Random Sampling, yang menghasilkan sampel sebanyak 15 petani semi organik dan 60 petani anorganik. Metode analisis data menggunakan Analisis Biaya dan Pendapatan. Rata-rata dari produksi, harga serta pendapatan yang didapatkan dari bawang merah semi organik yaitu 15.986 Kg/Ha, Rp. 11.097, dan Rp. 106.559.833/Ha, sedangkan pada bawang merah anorganik yaitu sebesar 12.321 Kg/Ha, Rp. 10.726, dan Rp. 74.443.365/Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi, harga jual, dan pendapatan dari usahatani bawang merah dengan metode semi organik lebih tinggi dibandingkan usahatani bawang merah dengan metode anorganik. Hal ini terjadi karena petani bawang merah semi organik memperoleh penerimaan yang lebih tinggi dibanding dengan petani bawang merah anorganik, tetapi pengeluaran biaya pada petani bawang merah anorganik lebih tinggi dibanding dengan petani bawang merah semi organik. Sehingga pendapatan yang diterima dari petani bawang merah semi organik jauh lebih tinggi dibanding petani bawang merah anorganik.

Download

Belum ada

Referensi

BPS Kabupaten Nganjuk. (2025). Kabupaten Nganjuk dalam Angka 2025. Nganjuk: Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk.
Dahlianah, I. (2014). Pupuk Hijau Salah Satu Pupuk Organik Berbasis Ekologi dan Berkelanjutan. Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian, 9(2), 54–56. https://doi.org/10.32502/jk.v9i2.111
Destinanda, A. Y. (2017). Analisis Profitabilitas Usahatani Padi Sawah Berdasarkan Luas Penguasaan Lahan di Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Universitas Diponegoro.
Farianto, A., Karyani, T., & Trimo, L. (2021). Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah Berdasarkan Sumber Pembiayaan di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness), 9(2), 88–104. https://doi.org/10.29244/jai.2021.9.2.88-104
Fidiansyah, A., & Yahya, S. (2021). Produksi dan Kualitas Umbi serta Ketahanan terhadap Hama pada Bawang Merah. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 49(1), 53–59. https://doi.org/10.24831/jai.v49i1.33761
Gufron, D. R., Inayah, T., & Junaidi, J. (2021). Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Organik dan Padi Anorganik di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Sharia Agribusiness Journal, 1(2), 153–168. https://doi.org/10.15408/saj.v1i2.22282
Husni, A. K. H., & Maskan, A. F. (2014). Analisis Finansial Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens L) di Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan. Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Kehutanan, 13(1), 49–52. https://doi.org/10.31293/af.v13i1.547
Indrajaya, T., Maulana, A., Yulianti, S., Ismaya, S. B., & Nuraini, A. (2022). Pola Distribusi dan Margin Pemasaran Bawang Merah di Kota Parepare. Jurnal Economina, 1(2), 334–346. https://doi.org/10.55681/economina.v1i2.74
Marhawati. (2022). Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Organik SRI (System of Rice Intensification) dan Padi Anorganik di Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur. Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies, 3(2), 351–364. https://doi.org/10.26858/je3s.v3i2.40577
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2022). Analisis Kinerja Perdagangan Bawang Merah. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.
Putri, A. F. P. (2024). Analisis Perbandingan Usahatani Padi Organik dan Padi Anorganik di Desa Ngompro Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi. Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.
Raafindra, D. (2018). Analisis Perbandingan Usahatani Padi Organik dan Anorganik di Keluarahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Universitas Brawijaya.
Riady, F. (2022). Determinan Produksi Biji Kopi di Kabupaten Merangin. Universitas Jambi.
Sitohang, M., & Nainggolan, M. F. (2024). Analisis Usahatani Bawang Merah di Desa Simamora, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 10(1), 992–1000. https://doi.org/10.25157/ma.v10i1.12736
Sugiyono. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usaha Tani. Jakarta Timur: Penebar Swadaya Grup.
Tamarar, M. E., Hadibasyir, H. Z., & Gis, M. (2023). Analisis Potensi Pengaruh Industri (Kawasan Industri Nganjuk/King) Terhadap Keberlanjutan Pertanian Hortikultura Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Diterbitkan sejak
31-12-2025
Rekomendasi Sitasi
Putri, I., Rizkiyah, N., & Fitriana, N. (2025). Analisis Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah Semi Organik dan Anorganik di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Jurnal Pertanian Terpadu, 13(2), 225-234. https://doi.org/10.36084/jpt.v13i2.645