Pengolahan Buah Cempedak (Arthocarpus campeden) Menjadi Kerupuk

  • Siti Rahma Mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian, Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
  • M Rusdi Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
  • Yunca MH Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
Kerupuk buah Cempedak, Tepung Tapioka, Tepung Sagu.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi tepung dan sari buah cempedak yang tepat pada proses pembuatan kerupuk dan mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap kerupuk buah cempedak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan april sampai Mei di Laboraturium STIPER Kutai Timur. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, dengan factor proporsi tepung tapioca dan tepung sagu. Parameter pengamatan dalam penelitian ini adalah pengukuran daya kembang dan uji organoleptik yang meliputi rasa, aroma, warna dan tekstur. Hasil perhitungan anova nilai F hitung (7,2) > dari F table (3,48) pada taraf 5 % maka diputuskan untuk menerima Ho, maka dapat disimpulkan bahwa rerata sesungguhnya dari daya pengembang adalah tidak berbeda, atau dengan kata lain proporsi tepung tidak berpengaruh nyata terhadap daya pengembang. Daya kembang kerupuk cempedak yang tertinggi adalah perlakuan B dengan proporsi tepung tapioca 75% dan tepung sagu 25% yaitu sebesar 62% dan hasil yang terendah adalah perlakuan C menggunakan proporsi tepung tapioca 50% dan tepung sagu 50%. Tingkat penerimaan konsumen terhadap kerupuk buah cempedak berdasarkan indeks efektifitas adalah perlakuan B dengan nilai produk sebesar 0,98 yaitu cenderung menyukai.

Download

Belum ada
Diterbitkan sejak
01-06-2014
Rekomendasi Sitasi
Rahma, S., Rusdi, M., & MH, Y. (2014). Pengolahan Buah Cempedak (Arthocarpus campeden) Menjadi Kerupuk. Jurnal Pertanian Terpadu, 2(1), 51-63. Diambil dari https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/63