Inventarisasi Hama dan Musuh Alami pada Tanaman Padi di Kecamatan Pulau Laut Timur

  • Ismi Octaviana Universitas Brawijaya
  • Silvi Ekawati Universitas Brawijaya
Hama, Inpari 2, Inpari 32, Musuh Alami, Nutri Zinc

Abstrak

Hama merupakan hewan yang  menyebabkan kerusakan pada tanaman dan dapat berperan sebagai vektor penyakit. Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) merupakan konsep yang tepat dalam mengendalikan hama. Pemantauan lahan secara rutin merupakan hal penting untuk memperhatikan perkembangan populasi hama, musuh alami, dan lingkungan suatu lahan. Sehingga, pengambilan keputusan dalam mengendalikan hama dapat terlaksana secara tepat dan cepat. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis serangga hama dan musuh alami yang terdapat pada tanaman padi di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Penentuan sampel tanaman dilakukan dengan metode diagonal yang berjumlah 10 sampel tanaman. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan secara langsung (visual). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serangga hama yang ditemukan di pertanaman padi sebanyak 8 jenis serangga hama dengan rata-rata populasi tertinggi terdapat pada hama Wereng Batang Coklat 0,313 ekor per tiga varietas dan Hama Putih Palsu 0,166 ekor per tiga varietas. Rata-rata populasi hama yang ditemukan berbeda pada setiap varietas padi. Varietas padi dengan serangan hama terendah adalah varietas Nutri Zinc, varietas dengan serangan hama tertinggi adalah varietas Inpari 32, dan varietas dengan serangan hama tertinggi kedua adalah varietas Inpara 2. Sedangkan, musuh alami yang ditemukan di pertanaman padi sebanyak 13 jenis.

Download

Belum ada

Referensi

Ananda, N. T. (2016). Kepadatan Populasi Kepinding Tanah (Scotinophara coarctata F.) pada Tanaman Padi di Jorong Kampung Jambak Nagari Ganggo Hilir Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman Sumatera Barat. Skripsi. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat.

Ariana, M. E., Javandira, C., & Lasmi, P. Y. S. (2020). Pengaruh Waktu Pembusukan Yuyu Sawah ( Parathelphusa convexa ) Terhadap Ketertarikan Hama Walang Sangit (Leptocorisa oratorius ) pada Tanaman Padi. Agrimeta, 10(19), 32–37.

Asikin, S., Thamrin, M., & Budiman, A. (2001). Biologi Hama Putih Palsu dan Alternatif Pengendaliannya. In Repositori Publikasi Kementerian Pertanian. Bogor: Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Kementrian Pertanian.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotabaru. (2017). Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotabaru. Retrieved June 19, 2021, from Kecamatan Pulau Laut Timur Dalam Angka 2017 website: https://kotabarukab.bps.go.id?publication.html?Publikasi%255BtahunJudul%255D=&Publikasi%255BkataKunci%255=pulau+laut+timur&Publikasi%25BcekJudul%25%25D=0&yt=Tampilkan

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. (2019). Deskripsi Varietas Unggul Padi. Retrieved October 8, 2021, from https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/varietas-padi/inbrida-padi-sawah-inpari/inpari-ir-nutri-zinc

Fan, Z. D., Gan, Y. X., Chen, Z. Z., Cao, M., & Lin, A. L. (1993). A Preliminary Observation of the Bionomics and Life-history of Snail-killing Fly Sepedon aenescens Wied.(Diptera: Sciomyzidae). Entomological Journal of East China, 2(1), 29–35.

Indiati, S. W., & Marwoto, M. (2017). Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Pada Tanaman Kedelai. Buletin Palawija, 15(2), 87–100. https://doi.org/10.21082/bulpa.v15n2.2017.p87-100

Jalil, M., Nurba, D., Subandar, I., Amin, M., & Malikon, T. R. (2015). Pengaruh Umur Pindah Tanam dan Jumlah Bibit Per Lubang Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza sativa L.). Jurnal Agrotek Lestari, 1(1), 55–66.

Jamil, A., Mejaya, M. J., Praptana, R. H., Subekti, N. A., Aqil, M., Musaddad, A., & Putri, F. (2016). Deskripsi Varietas Unggul Tanaman Pangan 2010-2016. Retrieved November 8, 2021, from Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian website: https://pangan.litbang.pertanian.go.id/files/Bukudeskripsivarietas/bukusakudeskripsi2010-2016.pdf

Kesek, M. M., Pelealu, J., Wanta, N. N., & Mamahit, J. M. E. (2016). Populasi Hama Wereng Hijau (Nephotettix spp.) dan Wereng Punggung Putih (Sogatella furcifera Horv.) pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa. Cocos, 7(1), 1–14.

Maesyaroh, S. S., Albatsi, I. S., & Erawan, W. (2018). Pengaruh Jarak Tanam dan Varietas terhadap Keragaman Serangga serta Hasil pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.). JAGROS: Jurnal Agroteknologi Dan Sains (Journal of Agrotechnology Science), 2(2), 99–118.

Meilin, A., & Ngatmi. (2016). Serangan Wereng Batang Cokelat di Provinsi Jambi dan Strategi Pengendaliannya. Prosiding Seminar Nasional Membangun Pertanian Modern Dan Inovatif Berkelanjutan Dalam Rangka Mendukung MEA. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi.

Murtiati, S., & Sutoyo. (2015). Mengenal Musuh Alami Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens). Retrieved November 7, 2021, from Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah website: https://jateng.litbang.pertanian.go.id/ind/images/Publikasi/mediacetak/Leaflet/2015/wbc.pdf

Nuryanto, B. (2018). Pengendalian Penyakit Tanaman Padi Berwawasan Lingkungan Melalui Pengelolaan Komponen Epidemik. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 37(1), 1–12. https://doi.org/10.21082/jp3.v37n1.2018.p1-8

Ohba, S. Y., & Takagi, M. (2010). Predatory ability of adult diving beetles on the Japanese encephalitis vector culex tritaeniorhynchus. Journal of the American Mosquito Control Association, 26(1), 32–36. https://doi.org/10.2987/09-5946.1

Ruminta, R. (2016). Analisis Penurunan Produksi Tanaman Padi Akibat Perubahan Iklim di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Kultivasi, 15(1), 37–45. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v15i1.12006

Saenong, M. S., Irma, Reskiani, S., Indayani, Y., Iffaf, A. F., Yuni, & Rahmawati. (2020). Natural Enemy Population of Corn Main Pests in Maros Experimental Station at Various Stages of Plant Growth. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 484(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/484/1/012101

Senoaji, W., & Praptana, R. H. (2015). Perkembangan Populasi Wereng Hijau dan Predatornya pada Beberapa Varietas Padi. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 19(1), 65–72. https://doi.org/10.22146/jpti.17259

Shepard, B. M., Barrion, A. T., & Litsinger, J. A. (1987). Friends of The Rice Farmer: Helpful Insects, Spiders, and Pathogens. Int. Rice Res. Inst.

Sianipar, M. S. (2018). Fluktuasi Populasi Serangga Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens) pada Lahan Sawah di Kabupaten Kerawang Jawa Barat. Agrologia, 7(2), 90–98.

Suartini, N. M., & Sudatri, N. W. (2019). Spesies Capung (Ordo Odonata) pada Pertanaman Padi di Beberapa Sawah Sekitar Denpasar, Bali. Simbiosis, VII(1), 23–28.

Sudewi, S., Ala, A., Baharuddin, B., & BDR, M. F. (2020). Keragaman Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Tanaman Padi Varietas Unggul Baru (VUB) dan Varietas Lokal pada Percobaan Semi Lapangan. Agrikultura, 31(1), 15. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v31i1.25046

Suprihatno, B., Daradjat, A. A., Satoto, Baehaki, S. E., Widiarta, I. N., Setyono, A., Indrasari, S., D., Lesmana, O., S., & Sembiring, H. (2009). Deskripsi Varietas Padi. In Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Subang. Retrieved from http://lampung.litbang.pertanian.go.id/ind/image s/stories/publikasi/deskripsipadi.pdf.

Tangkilisan, V. E., Salaki, C. L., Dien, M. F., & Meray, E. R. . (2013). Serangan Hama Putih Palsu Cnaphalocrosis medinalis Guenee. Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Ranopayo Kabupaten Minahasa Selatan. Eugenia, 19(3), 23–29.

Wati, C., Arsi, A., Karenina, T., Riyanto, R., Nirwanto, Y., Nurcahya, I., Melani, D., Astuti, D., Septiarini, D., & Purba, S. R. F. (2021). Hama dan Penyakit Tanaman. Yayasan Kita Menulis.

Yuliani, D., Napisah, K., & Maryana, N. (2016). Status Oxya spp . (Orthoptera: Acrididae), Sebagai Hama pada Pertanaman Padi dan Talas di Daerah Bogor. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Banjarbaru, 801–809. Banjarbaru.
Diterbitkan sejak
17-05-2022
Rekomendasi Sitasi
Octaviana, I., & Ekawati, S. (2022). Inventarisasi Hama dan Musuh Alami pada Tanaman Padi di Kecamatan Pulau Laut Timur. Jurnal Pertanian Terpadu, 10(1), 24-36. https://doi.org/10.36084/jpt.v10i1.379