Seleksi Tomatillo (Physalis ixocarpa Brot. ex Hornem) untuk Hibridisasi Berdasarkan Karakter Morfologi

  • Ermila Widyaelina Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang
  • Budi Waluyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang
Jenis introduktif, Jarak genetik, Keragaman, Sifat kualitatif dan kuantitatif, Tomatillo

Abstrak

Tomatillo (Physalis ixocarpa Brot ex. Hornem) adalah spesies dari family Solanaceae yang baru diintroduksi ke indonesia. Tomatillo dikonsumsi dalam berbagai macam olahan dan memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, terpen, vitamin A dan C yang tinggi. Perakitan varietas unggul tomatillo dari Indonesia belum dilakukan. Pemuliaan tanaman tomatillo perlu dilakukan untuk pengembangan genotipe potensial sebagai induk untuk pembentukan varietas unggul baru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan keragaman karakter dan pengelompokan genotipe tomatillo berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini menggunakan 20 genotipe dengan rancangan acak kelompok diperluas (augmented design). Keragaman karakter dianalisis dengan Principal Component Analysis (PCA) menggunakan pendekatan koefisien korelasi Pearson, dan analisis pengelompokan menggunakan Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC) dengan ukuran kemiripan berdasarkan koefisien korelasi Pearson dan metode aglomerasi Unweighted Pair Group Average (UPGMA). Hasil penelitian menunjukkan keragaman antar karakter sebesar 90,62% dari 10 komponen utama dengan 27 karakter morfologi yang berkontribusi. 20 genotipe potensial memiliki kemiripan antar genotipe pada nilai 89,4% dan terbagi menjadi 3 kelompok pada nilai kemiripan 96,4%. Jarak genetik antar kelompok pertama dan kedua sebesar 0,026, antara kelompok kedua dan ketiga sebesar 0,032, dan antara kelompok pertama dan ketiga sebesar 0,081. Genotipe yang memiliki kemiripan paling tinggi atau jarak genetik paling dekat adalah Pixo[P14] dan Pixo[P22] serta Pixo[G35] dan Pixo[GY21 dengan nilai kemiripan 99,5% atau jarak genetik sebesar 0.005. Genotipe yang memiliki jarak genetik terjauh yaitu Pixo[P35] dan Pixo[GY11] dengan nilai kemiripan sebesar 81,8% atau memiliki jarak genetik sebesar 0,182.

Download

Belum ada

Referensi

Freyre, R., Loy, J. B., & Five, S. U. (2000). Variety trials. HortTechnology, 10(2), 0–3.
Garzón-Martínez, G. A., Osorio-Guarín, J. A., Delgadillo-Durán, P., Mayorga, F., Enciso-Rodríguez, F. E., Landsman, D., & Barrero, L. S. (2015). Genetic diversity and population structure in Physalis peruviana and related taxa based on InDels and SNPs derived from COSII and IRG markers. Plant Gene, 4, 29–37. https://doi.org/10.1016/J.PLGENE.2015.09.003
Hernándo Bermejo J.E and León J. (1994). Tomatillo, husk-tomato. In Neglected crops from a different perspective. (Plant Prot, pp. 117–122). Rome, Italy: FAO.
Kindscher, K., Long, Q., Corbett, S., Bosnak, K., Loring, H., Cohen, M., & Timmermann, B. N. (2012). The ethnobotany and ethnopharmacology of wild tomatillos, Physalis longifolia Nutt., and related Physalis species: a review. Economic Botany, 66(3), 298–310. https://doi.org/10.1007/s12231-012-9210-7
Lal, S., Singh, D., Sharma, O., Rather, S., & Qureshi, I. (2017). Assessment of genetic variability among antioxidant constituents in Husk tomato (Physalis ixocarpa Brot.) selections grown in temperate region. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry JPP, 6(66), 1188–1193. Retrieved from http://www.phytojournal.com/archives/2017/vol6issue6/PartQ/6-6-12-966.pdf
Peres-Neto, P. R., Jackson, D. A., & Somers, K. M. (2003). Giving meaningful interpretation to ordination axes: assessing loading significance in principal component analysis. Ecology, 84(9), 2347–2363. https://doi.org/10.1890/00-0634
Robledo-Torres, V., Ramírez-Godina, F., Foroughbakhch-Pournavab, R., Benavides-Mendoza, A., Hernández-Guzmán, G., Humberto Reyes-Valdés, M., & Reyes-Valdés, M. H. (2011). Development of tomatillo (Physalis ixocarpa Brot.) autotetraploids and their chromosome and phenotypic characterization. Breeding Science, 61(3), 288–293. https://doi.org/10.1270/jsbbs.61.288
Silva, D. F., Pio, R., Soares, J. D. R., Elias, H. H. D. S., Villa, F., & Vilas Boas, E. V. D. B. (2016). Light spectrum on the quality of fruits of physalis species in subtropical area. Bragantia, 75(3), 371–376. https://doi.org/10.1590/1678-4499.463
Singh, D B, Ahmed, N., Mirza, A., Lal, S., & Pal, A. A. (2013). Introduction , characterisation and evaluation of Husk Tomato ( Physalis ixocarpa Brot .) genotypes under temperate climate. Indian J.Plant Genet. Resour, 26(3), 226–230.
Singh, Desh Beer, Ahmed, N., Lal, S., Mirza, A., Sharma, O. C., & Pal, A. A. (2014). Variation in growth, production and quality attributes of Physalis species under temperate ecosystem. Fruits, 69(1), 31–40. https://doi.org/10.1051/fruits/2013099
Trevisani, N., Schmit, R., Beck, M., Guidolin, A. F., Luís, J., & Coimbra, M. (2016). Selection of fisalis population for hibriditation, based on fruit traits. Rev.Bras.Frutic, 38(2), 568. https://doi.org/10.1590/0100-29452016568
Verma, M. K. (2013). Character association and path analysis in hip rose (Rosa sp .) genotypes collected from north western himalayan region of kashmir. African Journal of Agricultural Research, 8(39), 4949–4955. https://doi.org/10.5897/AJAR2013.6950
Waluyo, B., Ramayanti, F., & Saptadi, D. (2017). Keragaman genetik karakteristik fisik biji jarak kepyar (Ricinus communis L .) lokal untuk bahan baku industri. In Seminar Nasional Pembangunan Pertanian II (pp. 317–321).
Wei, J., Hu, X., Yang, J., & Yang, W. (2012). Identification of single-copy orthologous genes between Physalis and Solanum lycopersicum and analysis of genetic diversity in Physalis using molecular markers. PloS One, 7(11), e50164. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0050164
Zanetta, C. U., & Waluyo, B. (2018). The Character variability and genetic divergence of tomatillo (Physalis ixocarpa Brot .) as a selection base for the increasing of genetic capacity of exotic fruits. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.11837.10726/2
Diterbitkan sejak
18-12-2019
Rekomendasi Sitasi
Widyaelina, E., & Waluyo, B. (2019). Seleksi Tomatillo (Physalis ixocarpa Brot. ex Hornem) untuk Hibridisasi Berdasarkan Karakter Morfologi. Jurnal Pertanian Terpadu, 7(2), 152-165. https://doi.org/10.36084/jpt.v7i2.190