Analisis Status Kerusakan Tanah Pada Lahan Kering di Kampung Jawa Dusun Kabo Jaya, Sangatta

  • Mufti Perwira Putra Program Studi Kehutanan Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
  • Muli Edwin Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur
jati, tanah, budidaya, Konservasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kerusakan tanah di Kampung Jawa Dusun Kabo Jaya Kecamatan Sangatta Utara. Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dari bulan Juli sampai September 2016. Penelitian ini berdasarkan metode survei tanah, pengambilan sampel tanah dan pengamatan lapangan. Kemudian penetapan status kerusakan tanah mengacu pada peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Tahun 2006 Tentang Tata Cara Pengukuran Kriteria Baku Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa. Kedua lokasi penelitian merupakan lahan budidaya, pertama adalah lahan tanaman Jati yang berumur 15 tahun, kedua adalah lahan semak bekas kebun. Kedua lahan tersebut memiliki karakteristik yang hampir sama, terutama topografi. Tanah di kedua lokasi merupakan jenis tanah masam. Dari 10 parameter yang digunakan untuk menilai status kerusakan tanah, terdapat 2 parameter yang melebihi ambang kritis, yaitu pH dan DHL, sehingga kedua lokasi merupakan lahan yang telah mengalami penurunan kualitas, terutama dalam produksi biomassa. Oleh karena itu perlu ada upaya konservasi atau perbaikan lahan terutama untuk mengurangi tingkat keasaman tanah.

Download

Belum ada

Referensi

BLH Kutai Timur. (2006). Penetapan Status Kerusakan Tanah Mengacu Kepada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Kabupaten Kutai Timur. Sangatta.

BLH Kutai Timur. (2015). Status dan Potensi Kerusakan Tanah di Kabupaten Kutai Timur (Studi Kasus Kecamatan Rantau Pulung, Batu Ampar dan Long Masangat). Badan Lingkungan Hidup Kutai Timur, Sangatta.

BPS Kutai Timur. (2016). Kutai Timur dalam Angka. Badan Pusat Statistik, Sangatta.

FAO. (2013). Save and Grow Cassava. A Guide to Sustainable Production Intensification. Roma: Food and Agriculture Organization (FAO) of The United Nations.

Hardjowigeno, S. (2013). Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.

Hardjowigeno, S. dan Widiatmaka. (2007). Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Heryani, N. (1994). Sifat-sifat Tanah dan Klasifikasi. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Pertanian, Bogor.

Pemerintah Republik Indonesia. (2000) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 150 Tahun 2000 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa, Pemerintah Republik Indonesia. Jakarta.

Menteri Negara Lingkungan Hidup. (2006). Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 07 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengukuran Kriteria baku Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa. Menteri Negara Lingkungan Hidup RI. Jakarta.

Pimental, D. (2006). Soil Erosion: A Food and Environmental Threat. Environment, Development and Sustainability. 8: 119–137.

Subroto. (2003). Tanah: Pengelolaan dan Dampaknya. Fajar Gemilang, Samarinda.
Diterbitkan sejak
13-12-2018
Rekomendasi Sitasi
Putra, M., & Edwin, M. (2018). Analisis Status Kerusakan Tanah Pada Lahan Kering di Kampung Jawa Dusun Kabo Jaya, Sangatta. Jurnal Pertanian Terpadu, 6(2), 109-120. https://doi.org/10.36084/jpt.v6i2.172