Tingkat Pengetahuan Peternak Sapi Terhadap Limbah yang Dihasilkan Di Desa Sidorejo Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara

  • Arif Ismanto Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman
  • Yetriani Yetriani Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman
  • Dina Lesmana Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman
Kata Kunci: Desa Sidorejo, Limbah Peternakan, Pengetahuan peternak

Abstrak

Usaha peternakan sapi di Indonesia sampai saat ini masih mementingkan produktivitas ternak dan belum mempertimbangkan aspek lingkungan dan dampak kegiatan terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak terhadap limbah peternakan sapi di Desa Sidorejo Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan tingkat pengetahuan peternak terhadap limbah peternakan sapi. Responden penelitian ini adalah peternak sapi di Desa Sidorejo tahun 2017 yang berjumlah 31 orang. Metode pengambilan sampel di lokasi penelitian dilakukan dengan proportional random sampling. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder, selanjutnya data yang telah didapatkan kemudian dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian tingkat pengetahuan peternak terhadap limbah yang dihasilkan sapi masuk dalam kategori rendah 96,77% dan 3,23% masuk kedalam kategori sedang.

Download

Belum ada

Referensi

BPS Penajam Paser Utara. (2017). Kecamatan Penajam Dalam Angka 2016. Badan Pusat Statistik, Penajam Paser Utara. Diakses 5 November 2018 dari https://ppukab.bps.go.id/

Budiyanto, M.A.K.,. (2013). Tipologi pendayagunaan kotoran sapi dalam upaya mendukung pertanian organik di Desa Sumbersari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Jurnal Gamma, 7(1).

Darmawan. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Dinas Pertanian Paser. (2015). Data Populasi Ternak Tahun 2014. Penajam Paser Utara.

Rachmawati. (2000). Upaya pengelolaan lingkungan usaha peternakan ayam. Wartazoa. 9(2):73 –80.

Rahayu, S., Purwaningsih, D., dan Pujiyanto. (2009). Pemanfaatan kotoran ternak sapi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan beserta aspek sosial kulturnya. Inotek. Vol 13 (2).

Kasworo, A., Izzati, M., dan Kismartini. (2013). Daur Ulang Kotoran ternak

Sebagai Upaya Mendukung Peternakan Sapi Potong Yang Berkelanjutan di Desa Jogonayan Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Prosiding
Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Semarang, 10 September 2013

Mardikanto, T. (1993). Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University Press. Surakarta

Mulatmi, S. N. W., B. Guntoro, B. P. Widyobroto, S. Nurtini, dan A. Pertiwiningrum. (2016). Strategi Peningkatan Adopsi Inovasi pada Peternakan Sapi Perah Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Buletin Peternakan. 40 (3) :219-227

Schreinemachers, P., Wu, M. huey, Uddin, M. N., Ahmad, S., & Hanson, P. (2016). Farmer training in off-season vegetables: Effects on income and pesticide use in Bangladesh. Food Policy, 61, 132–140. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2016.03.002

Sarwanto, Doso. (2004). Model Pencemaran Limbah Peternakan sapi Perah Rakyat pada Beberapa Kondisi Fisik Alami dan Sosial Ekonomi (Studi Kasus di Provinsi Jawa Tengah). Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Suartha, I.D.G. (2011). Studi Korelasi Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Petani Tentang Pengendalian Hama Terpadu (PHT) (Kasusi di Kecamatan
Narmada kabupaten Lombok Barat). Ganec Swara. Vol 5 (2).

Sugiyono. (2013). Statistika untuk Penelitian. Cetakan Keenam. Penerbit Alfabeta. Bandung.

Sumartono, F. (2011). Hubungan Antara Tingkat Perhatian Dengan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara Pada Majalah Lentera Ycab. Komunikologi. Vol 8 (1)

Suparman, I.A. (1990). Statistika sosial. Rajawali Pers, Jakarta
Diterbitkan online sejak
13-12-2018